Foto : Aliansi Masyarakat Pinggir Kota saat audiensi bersama Komisi I DPRD Sampang
Foto : Aliansi Masyarakat Pinggir Kota saat audiensi bersama Komisi I DPRD Sampang
MEMOonline.co.id, Sampang - Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sampang sampai hari ini masih misteri.
Sehingga dari Aliansi Masyarakat Pinggir Kota Kabupaten Sampang mendatangi Komisi I DPRD Sampang untuk melakukan audiensi.
Kedatangan mereka langsung ditemui Ketua Komisi I DPRD Sampang Nasafi, dan sekretaris Komisi I DPRD Sampang R. Aulia Rahman.
Erha Suud koordinator Aliansi Masyarakat Pinggir Kota dalam audiensinya mengatakan, jauh hari sebelumnya telah menyampaikan surat ke Pemerintah Kabupaten Sampang.
"Sampai saat ini surat itu belum ada kejelasan," terangnya, Kamis (27/5/2021).
Karena menurut Suud, dirinya banyak menerima aspirasi atau keluhan dari masyarakat kapan pelaksanaan Pilkades di Sampang ini dilaksanakan.
"Pertanyaan dari masyarakat itu beban moral bagi saya," terangnya.
Ditempat yang sama Sekretaris Komisi I DPRD Sampang R. Aulia Rahman mengatakan, pelaksanaan Pilkades ini tergantung kebijakan Bupati Sampang.
Karena menurutnya, Peraturan Bupati (Perbup) nya sudah dibahas di intern DPRD dan itu sudah final.
"Anggaran Pilkades ini sekitar Rp 80 miliar," paparnya.
Terkait isu molornya Pilkades ini kata Aulia, kita saja juga bingung.
"DPRD nya saja bingung, apalagi masyarakatnya," pungkas Aulia.
Sementara, Miswak, salah satu perwakilan Aliansi Masyarakat Pinggir Kota mengatakan, semestinya, Bupati Sampang memberikan kejelasan kepada masyarakat apakah ditunda apa tidak.
"Yang terjadi sekarang masyarakat dibuat bingung," kata Miswak.
Sementara Ketua Komisi I DPRD Sampang Nasafi mengapresiasi kedatangan Aliansi Mahasiswa Pinggir Kota. Untuk penentuan pelaksanaan Pilkades dan penundaan itu bukan ranahnya.
"Penyampaian aspirasi ini tetap kami tampung, dan akan kami sampaikan aspirasinya saat rapat dengan pihak terkait dalam minggu ini," pungkasnya.
Penulis: Fathur
Editor: Udiens
Publisher: Dafa