Patut Ditiru, Pelajar SMA di Lumajang 'Yusron' Tak Malu Jualan Ketan dan Kopi Seduh Demi Bantu Ekonomi Orang Tua

Foto: Ahmad Yusron Umuri / Ateng, pelajar kelas 2 / 11 SMA di Lumajang
2513
ad

MEMOonline.co.id, Lumajang - Ahmad Yusron Umuri, pemuda kelahiran tahun 2004 yang beralamatkan di Jalan Juanda Tengah Kelurahan Rogotrunan Kecamatan / Kabupaten Lumajang ini, bisa dibilang menjadi inspirasi.

Bekal kemandirian dan tekad yang bulat, patut dicontoh. Diusianya sekarang yang menginjak ke 17 tahun, Ahmad Yusron Umuri yang masih duduk di bangku kelas 2 SMA, membuat sejumlah orang menggelengkan kepala, salut akan kepribadiannya.

Sekolah sambil bekerja, bekerja sambil belajar ia menyebutnya. Tatkala diwaktu malam hari, anak pertama dari pasangan suami istri Amin Arif dan Sri Astutik ini berjualan ketan dan kopi seduh di pinggir jalan, tepatnya di Jalan Ahmad Yani 209, selatan traffic light didepan area pertokoan Sukodono Lumajang.

Ditanya apa yang menjadi motivasi sehingga berjualan ketan dan kopi seduh, Ahmad Yusron Umuri yang akrab disapa Ateng itu tak punya tujuan lain, selain ingin meringankan beban kedua orang tuanya.

Berbekal gerobak pinjam dari temannya, ia mangais rejeki, disaat teman sebayanya tertidur pulas. Asa ia tatap, bercita - cita ingin menjadi seorang pengusaha, Yusron bertekad kelak bisa menjadi sosok yang membanggakan.

"Saya sekolah di SMAN 2 Lumajang. Saya jualan kopi dan ketan ini sejak awal puasa kemarin. Masi baru om, saya ingin membantu orang tua. Karena saat ini mereka juga membiayai adik saya yang masih SD dan ada lagi yang masih balita. Sedangkan saya anak pertama," ucapnya, Rabu malam (26/5/2021).

Ditanya apakah tidak malu ?, dengan yakin Yusron menjawab tidak. Menurutnya rejeki halal akan membawa keberkahan. Kebiasaannya membuat kopi seduh dirumahnya, membuat ia mampu menjamu dengan baik pembeli yang datang, terlebih rasa kopi seduh racikannya yang bisa dikata mantab.

"Dari jualan ini, saya bisa sedikit - sedikit menabung buat biaya sekolah dan beli jajan. Jadi tidak perlu mintak sama bapak ibu saya. Kalau belajar, saat tidak ada yang beli, saya baca - baca di handphone," imbuhhya dengan raut polos.

Dalam keseharian, sejak awal buka jualan jam 19 : 00 wib hingga jam 1 : 00 dini hari, Yusron mengaku memperoleh uang nominal bervariatif. Kadang Rp. 50 ribu sampai Rp. 100 ribu.

"Itu kotor, kalau sepi pernah dapat uang Rp. 30 ribu saja. Itu saya bagi dua dengan teman yang ngasih saya modal," tuturnya.

Rasa takut kadang kala datang. Saat mobil patroli Satpol PP melintas. Pasalnya, Yusron belum punya lapak tempat berjualan layaknya orang membuka kedai kopi, melainkan hanya berbekal gerobak.

Beruntung ada belas kasih dari pemilik toko yang mempersilahkan Yusron menempati latar didepannya, dengan syarat toko tersebut sudah tutup di malam hari.

"Saya terima kasih sekali sudah diperkenankan berjualan disini. Semoga saya bisa membalas budi kebaikan ini. Harapannya, ke depan saya bisa punya tempat jualan yang lebih baik dan strategis. Sehingga mungkin pendapatan juga akan bertambah. Dan terima kasih juga sama yang lain, monggo mampir di tempat saya jualan, kopi saya asli dan Insya'allaah sehat dan higienis," pungkasnya.

Penulis: Hermanto

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Semangat nasionalisme dan kecintaan terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa kembali menggema di Kabupaten Sumenep. Sebanyak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Caffe SAE di Mapolres Batu menjadi tempat pertemuan santai antara Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin dan awak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep menjadikan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026 sebagai...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dugaan rangkap jabatan yang melibatkan seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep,...

Komentar