Foto : Auliya Rahman, anggota DPRD Kabupaten Sampang
Foto : Auliya Rahman, anggota DPRD Kabupaten Sampang
MEMOonline.co.id, Sampang - Auliya Rahman sebut manuver politik penundaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak di Kabupaten Sampang tidak masuk akal.
Pasalnya, pelaksanaan yang rencananya akan diikuti oleh 111 desa tersebut, semestinya digelar pada november tahun 2021 ini malah di isuikan diundur sampai pada tahun 2025 yang akan datang.
"Apa permasalahannya kok isunya Pilkades akan diundur sampai tahun 2025," kata anggota komisi 1 DPRD Sampang ini, Senin (17/5/2021).
Kalau pengunduran tersebut terkait anggaran kata Auliya, anggarannya sudah siap. Bahkan termasuk anggaran keamanan dan juga dana Covid-19.
"Kalau pengunduran Pilkades benar benar terjadi, ini akan menjadi bumerang di tingkat bawah," kata legislator dari partai Demokrat ini.
Jangan sampai kata Auliya, Pemerintah Kabupaten Sampang dalam hal ini Bupati Sampang bermanuver terkait Pilkades ini, ini salah besar dan akan menimbulkan kekacauan.
"Kalau Bupati Sampang H Slamet Junaidi bermanuver terkait diundurnya Pilkades, ini salah besar," terangnya.
Coba kita lihat di Kabupaten lain yang ada di Madura ini, seperti Kabupaten Pamekasan dan Sumenep tanggal dan bulannya sudah ada kejelasan, bahkan di Bangkalan sudah selesai dan berakhir kondusif tidak ada kendala apapun kok.
"Apalagi di Kabupaten Sampang di pimpin seorang pengusaha dan tokoh Blater. Di Kabupaten Bangkalan yang dipimpin oleh seorang kiai saja sukses kok," ucapnya.
Mau diundur atau tidak Pilkades ini, itu semua merupakan kebijakan Bupati. Namun, apabila pilkades itu diundur harus ada alasan yang tepat sehingga tidak menimbulkan konflik arus bawah.
"Menurut pihak kemendagri, pilkades bisa diundur, tapi itu pun bukan hitungan tahun, tapi hari ataupun bulan dan itu harus ada alasan yang jelas," bebernya.
Apa kendalanya Pilkades ini kok isunya ditunda sampai tahun 2025, padahal peraturan Bupati Perbup) sampai sekarang belum disahkan (Belum final) kok.
"Jangan main-main terkait Pilkades ini," tutup Auliya Rahman.
Penulis: Fathur
Editor: Udiens
Publisher: Dafa