Marka Jalan di Sampang Sering Makan Korban

Foto : Pengendara melintasi marka jalan di jalan Imam Bonjol kota Sampang
2284
ad

MEMOonline.co.id, Sampang - Marka jalan ( Pemasangan Pita Penggaduh) yang terletak di jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang kota Sampang sering makan korban.

Marka jalan yang selesai dibangun tiga hari yang lalu dinilai terlalu tinggi. Sehingga banyak pengendara yang melintas kaget.

Baidi pengguna jalan mengatakan, dengan adanya marka jalan ini, banyak makan korban.

"Kemarin ada pengendara sepeda jatuh, dan tadi bentor," katanya, selasa (23/3/2021).

Hal senada diungkap Arifin, dengan adanya marka jalan tersebut, banyak pengendara menjadi korban.

"HP pengendara banyak yang jatuh, dan bahkan telur dan barang belanjaan pengendara banyak jatuh," terangnya.

Menurutnya, ini marka apa jebakan, kalau marka tidak seperti itu. Itu namanya jebakan Batman.

"Marka jalan ini tidak masuk akal, kalau ini dibiarkan, masyarakat akan membongkarnya," ucapnya.

Terpisah, Yulis Juwaidi, sekretaris Dinas Perhubungan saat dikonfirmasi mengatakan, secara aturan ketebalan tidak menyalahi aturan. Karena maksimal tebal 4 cm, dan yang ada itu ketebalan 2,5 cm.

"Itu sudah sesuai dengan aturan," ucapnya.

Pemasangan marka itu kata Yulis, sudah dilakukan atas dasar permintaan tokoh dan warga setempat, dengan tujuan untuk mengurangi kecepatan kendaraan dan kecelakaan.

Ketebalan pemasangan sudah dilakukan percobaan. Awalnya pemasangan 1,5 cm, tetapi masih saja pengendara dengan kecepatan diatas 60/jam, sehingga dilakukan penebalan kembali 1 cm atas permintaan tokoh setempat.

"Ini terjadi karena pola pikir pengendara belum berubah, sehingga terjadi kecelakaan kecil, seharusnya dengan adanya pita penggaduh itu bisa merubah kebiasaan untuk mengurangi kecepatan," katanya.

Untuk itu kata Yulis, marka jalan (pemasangan pita penggaduh) ini masih tahap monitoring dan evaluasi.

"Apabila nanti sudah bisa merubah mindset pengendara bisa dilanjutkan, atau apabila malah berakibat lebih buruk, maka nantinya akan dibongkar dan dipasang kembali dengan ketebalan yang sesuai," pungkasnya.

Penulis: Fathur

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep mengajak seluruh perusahaan rokok (PR) lokal memaksimalkan penyerapan...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA...

MEMOonline.co.id. Lumajang- ‎Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan media digital, perundungan, hingga...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Persetujuan Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang tergabung dalam Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mbrasak Klakah...

Komentar