Tanpa Klarifikasi, Pencatutan Nama di Forsa Hebat Sampang Memanas

Foto : Kantor Forsa Hebat di jalan Samsul Arifin kota Sampang
1859
ad

MEMOonline.co.id, Sampang - Polemik di Forum Sampang Hebat (Forsa Hebat) tidak kunjung selesai.

Pasalnya, perombakan dan pergantian struktur organisasi Forsa Hebat yang terjadi kemarin, tanpa diketahui oleh para anggota.

Seperti yang dikatakan Hernandi Kusumahadi menyayangkan, terlalu dininya pemberitaan Kepengurusan Forsa Hebat.

"Sebab ada sejumlah orang yang namanya dimasukkan tanpa proses kesediaan mau menjadi Pengurus atau tidak. Saya tidak pernah merasakan menyatakan bersedia menjadi Pengurus Forsa Hebat yang baru," ungkap Hernandi Kusumahadi S.Sos M.Si, minggu (31/1/2021).

Kata Dedet, panggilan akrabnya Hernandi Kusumahadi mengatakan, 3 bulan yang lalu ia menyatakan mundur sebagai Wakil Ketua Forsa Hebat, baik Kepengurusan lama maupun sebagai anggota karena merasa tidak ada kecocokan dan fokus kepada lembaga yang dijalani.

"Selamat dan sukses atas pembentukan Kepengurusan Forsa Hebat yang baru," tandasnya.

Hal senada diungkapkan Heru Susanto, sangat disayangkan ketika nama saya ada di salah satu media online dan tercatat sebagai wakil ketua forsa hebat.

Padahal kata dia, saya tidak pernah tahu bahwa nama saya dimasukkan dalam jajaran pengurus Forsa yang baru.

"Iya mas, saya sangat kaget, tiba - tiba nama saya muncul di media tercatat sebagai wakil ketua forsa hebat, jangankan ingin menjadi wakil ketua, niat pun tidak pernah ada untuk bergabung di jajaran pengurus Forsa," kata ketua Forum Sampang Hebat (FSB) ini.

Hanya saja kita Heru, saya pernah didatangi oleh salah satu pentolan Forsa untuk diajak bergabung menjadi pemimpin di lembaga tersebut, tapi saya berkali kali menolak.

Bahkan kata Heru yang asal dari jalan Mutiara kota Sampang ini mengatakan, saya siap mendukung dan men sport pengurus Forsa yang baru dari luar organisasi saja dan tidak harus bergabung.

"Bagaimana saya bisa bergabung mas, saat ini saya memimpin empat lembaga, jadi saya kuatir nantinya tidak bisa fokus dan maksimal di Forsa," terangnya.

"Jadi perlu saya luruskan agar masyarakat tahu bahwa saya tidak pernah menjadi bagian dari Forsa," jelas LSM senior yang juga menjadi ketua Forum Kajian Publik (FKP) ini.

Yang terakhir saya ucapkan selamat dan sukses atas terpilihnya Bapak Sale CPM menjadi ketua New Forsa menggantikan ketua yang lama yaitu Nur Hasan.

"Semoga ketua yang baru bisa membawa Forsa pada koridor yang sebenarnya, sekali lagi sukses buat pak sale CPM. Semoga Forsa tambah solid dengan membawa cita cita luhur, demi sampang lewat organisasi yang ia pimpin," tandasnya. (Fathur/red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (Pokmas)...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep mencatat terobosan dalam tata kelola teknologi...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Pintu pagar SMK Kesehatan Nusantara yang berada di Jalan Raya Nyalaran, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Pamekasan,...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dan...

Komentar