Gambar ilustrasi : sumber Tribun Bali.com
Gambar ilustrasi : sumber Tribun Bali.com
MEMOonline.co.id, Lumajang -Maulana (55), warga Desa Sukosari Kecamatan Jatiroto Kabupaten Lumajang, mengaku menjadi korban pembacokan di lapangan Desa Kalidilem Kecamatan Randuagung, Senin sore (21/12/2020).
Informasi dihimpun media ini dari pihak kepolisian, terduga pelaku masih bertatangga dengan korban.
Tak terima karena ditegor lantaran korban mengembala kerbau di lapangan, diduga menjadi pemicu kejadian.
Kanit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polres Lumajang Ipda Irdani Isma, dikonfirmasi awak media mengiakan akan hal tersebut.
Kata dia, kasus tersebut sudah ditangani dan terduga pelaku diketahui 'FA' (16) nama insial, anak dibawah umur.
“Perkara ini terus berlanjut. Karena pelaku di bawah umur, proses hukumnya sesuai sistem peradilan pidana anak,” ucap dia.
Sementara korban menceritakan, saat itu dirinya mendatangi 'FA' dengan maksud hendak menegur, karena menggembalakan kerbau di lapangan.
Belum sempat ngomong, 'FA' hengkang meninggalkan tempat dan beberapa saat kemudian, datang lagi akan tetapi tidak sendirian. Melainkan bersama ayahnya sambil sambil membawa celurit.
“Datang sama bapaknya menenteng celurit. Bapaknya langsung menyerang saya, sampai sama - sama jatuh. Pas jatuh, 'FA' menyabetkan celuritnya dari belakang, kena kaki kiri saya,” tutur korban, saat diwawancarai di lobby Satreskrim Polres Lumajang.
Selebihnya Maulana mengutarakan jika kejadian menimpanya juga diketahui oleh enam orang yang setiap harinya memanfaatkan lapangan tersebut untuk latihan sepak bola.
"Kejadian itu disaksikan enam orang mas," imbuhnya.
Diwaktu yang sama, salah satu saksi inisial 'SF' warga setempat, turut mengamini keterangan yang disampaikan korban.
Iapun bersama teman - temannya merasa kesal dengan ulah 'FA', yang setiap malam mengikat kerbaunya di tengah lapangan bola.
Menurutnya, 'FA' sudah berulang kali diingatkan oleh warga namun terkesan mengabaikan.
“Sampai pak kades yang mengingatkan, tapi tetap seperti itu. Kotoran kerbaunya ini menggangu sekali,” katanya.
Selebihnya ia berharap, akan ada efek jera terhadap 'FA' dan tidak mengulangi perbuatannya lagi.
"Pelaku ini kan masih bocah, biar kedepannya dia bisa berubah lebih baik,” pungkasnya.(Her/red)