Diduga Belum Miliki Ijin Reklamasi, Warga Sembilangan Ancam Blokade Jalan.

Foto : Audiensi
568
ad

MEMOonline.co.id, Bangakalan - Kegiatan reklamasi yang berada di pesisir Desa Sembilangan,Socah, Bangkalan oleh PT Galangan Samudera Madura (GSM) kembali menuai konflik. Akibatnya, warga mengancam akan menutup akses jalan menuju lokasi galangan kapal itu.

Ketua pemuda peduli lingkungan Jawa Timur, Sofyan menduga PT GSM belum memiliki ijin reklamasi. Hal itu didukung oleh tidak adanya dokumen ijin reklamasi yang ditunjukan oleh PT GSM ke pihaknya.

"Kalau memang ada ijin reklamasi tunjukkan ke kami, kenapa tidak bisa menunjukkan kalau memang ada," jelasnya, Selasa (22/12/2020).

Ia juga mengatakan, akibat dari reklamasi tersebut mata pencaharian nelayan disekitar terganggu. Bahkan, warga yang sehari -hari mencari kerang di lokasi tersebut tak lagi bisa mendapatkan kerang untuk dijual.

"Harusnya ada ganti rugi alternatif pada warga terdampak. Sebelum kegiatan berjalan, mereka harus memberikan kontribusi ke masyarakat karena mereka kehilangan mata pencaharian," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Moh Ainul Gufron mengatakan, perijinan PT GSM sudah lengkap sehingga kegiatan bisa dilakukan.

"Kami berharap seluruh pihak termasuk masyarakat mendukung adanya investasi di Bangkalan. Jangan menghalangi investasi karena ada regulasinya," imbuhnya.

Diketahui, pemerintah kabupaten Bangkalan sebelumnya pernah mencabut ijin dan menutup proyek reklamasi tersebut pada 25 juli 2019 lalu.Saat itu, Pemkab menilai PT GSM belum melengkapi berkas perijinan dan pengerukan tidak sesuai dengan pengajuan semula.

Sementara itu, Perwakilan PT GSM Sofiullah Syarif mengaku pihaknya telah melengkapi berkas. Bahkan, menurutnya, dalam reklamasi ini pihaknya tak merugikan pihak manapun termasuk masyarakat.

"Kami harus ganti rugi ke siapa, kan tidak ada yang dirugikan. Namun kami akan melakukan koordinasi kembali dengan masyarakat sekitar sebab kedepan, kami akan memberikan kontribusi ke daerah dan juga memberdayakan masyarakat sebagai tenaga kerja," tutupnya.(Julian/red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum penguatan nilai kebangsaan sejak usia dini melalui pengenalan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Upaya Indonesia menekan timbulan sampah hingga 30 persen dan menangani 70 persen sampah pada 2025 tidak bisa hanya...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ekonomi Kabupaten Lumajang pada 2025 tumbuh 5,35 persen, melampaui capaian nasional 5,11 persen dan Jawa Timur 5,33...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengantisipasi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi dalam...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kekhawatiran masyarakat terhadap dampak geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, mulai memicu keresahan...

Komentar