Visit Sumenep 2018: Mengenal ‘Telaga Kermata’ Yang Dulunya Semak Belukar Kini Menjadi Objek Wisata Bertaraf Nasional (2)

Foto: Lokasi wisata kermata di Kecamatan Saronggi Sumenep
3012
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep -  Setelah dikemas menjadi lokasi wisata bertaraf nasional, ternyata tak hanya dari Sumenep dan Madura saja, wisatawan yang berkunjung ke objek wisata ini dari Kota-Kota besar di Indonesia, bahkan manca negara. Mereka kepincut pada Telaga Kermata setelah melihat spot-spot foto selfy dibeberapa titik kawasan wisata ini viral di sejumlah media sosial.

Menurut Ketua BUMDes selaku pengelola wisata Telaga Kermata Saronggi Mukawad, pengunjung yang datang berasal dari berbagai kalangan dan luar Kota. Umumnya mengetahui Telaga tersebut dari media sosial, kemudian merasa penasaran sehingga datang baik bersama keluarga maupun teman sejawat berombongan.

Selain dimanjakan dengan spot swafoto, panorama pemandangan yang eksotis dan permaiannya, Telaga Kermata merupakan objek wisata murah. Tak perlu mengeluarkan biaya besar. Bayangkan, hanya dengan tiket masuk Rp. 10 ribu pengunjung bisa memanfaatkan berbagai fasilitas hiburan dan mainan termasuk perahu wisata.

”Prinsipnya kami ingin menyuguhkan tempat wisata murah, tapi bukan berarti murahan. Bahkan, pada momentum tertentu, Telaga Kermata menyediakan program promo misalnya baik anak-anak atau siswa yang datang dengan dibranding eksrim,” terang Mukawad.

Pendapatan dari pengelolaan wisata Telaga Kermata itu tidak semata-mata disetor sebagai Pendapatan Asli Desa. Setiap tahun, hasil dari penjualan tiket pengunjung juga disalurkan kepada masyarakat sekitar, janda, dan anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

”Industri Pariwisata ini tentu bukan bisniss oriented semata, sebab hasilnya tidak hanya untuk penambahan fasilitas dan PAD Desa namun juga disalurkan sebagai kegiatan bhakti sosial,” tambahnya.

Masyarakat khususnya yang tinggal di sekitar Telaga Kermata kecipratan dampak positifnya. Di sekitar Telaga Kermata tumbuh warung warung kecil sebagai ladang penghasilan baru bagi masyarakat setempat. Pendapatan dari kegiatan usaha tersebut cukup besar, sebab bisa dilihat per harinya bisa menghasilkan ratusan ribu rupiah bahkan di momentum tertentu diangka jutaan. (Red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Pemkot Batu lepas tangan soal hukum. Kasus dugaan praktik jual beli los dan kios di Pasar Induk Among Tani kini...

MEMOonline.co.id. Jember- Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat dusun, Pemerintah Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pengembangan komoditas lokal dinilai tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu didukung...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perpustakaan Ramah Anak yang selama ini dinantikan siswa SDN Bulla’an I, Desa Bulla’an, Kecamatan Batuputih, Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Penyerahan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat Kabupaten Lumajang dinilai tidak hanya...

Komentar