Jelang Musim Panen Tembakau,  Dispertahortbun Kabupaten Sumenep Berhasil Jalin Kerjasama Dengan PT. Djarum

Foto: Kepala Dispertahortbun Sumenep Arif Firmanto, S.TP, M.Si saat diwawancara
1199
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Memasuki pertengahan bulan Agustus, tanaman tembakau di Kabupaten Sumenep mulai menua. Artinya, musim panen tembakau sudah hampir tiba.

Kondisi ini menjadi perhatian serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab), dalam hal ini Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Dispertahortbun) Sumenep sebagai instansi terkait yang erat hubungannya dengan petanian.

Kepala Dispertahortbun Sumenep Arif Firmanto, S.TP, M.Si mengatakan, menjelang musim panen tembakau tahun ini pihaknya sedikit dapat bernafas lega. Sebab, Dispertahortbun berhasil menjalin kemitraan dengan salah satu perusahaan rokok terbesar, yakni PT. Djarum.

"Ini pertama kalinya Kabupaten Sumenep bisa kerjasama dengan PT. Djarum," dan kami sangat berharap ada Pabrik rokok lainnya seperti PT. Gudang Garam serta pabrikan lainnya juga dapat bekerja sama dan bermitra seperti PT. Djarum, sehingga dapat membantu petani tembakau," katanya. Kamis (13/8/20).

Sebelumnya, pembelian tembakau sempat diprediksi kurang optimal. Sebab salah satu pabrik rokok, yakni PT. Bentoel Prima mengirim surat ke Dispertahortbun jika tahun ini tidak akan mengambil hasil panen tembakau (tembakau rajangan) petani Sumenep.

"Jadi, kerjasama yang telah dilakukan sebagai bentuk upaya nyata dari Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk membantu hasil panen petani tembakau tahun ini," ujarnya.

Ia menerangkan, PT. Djarum akan mengambil kuota tembakau khusus Pulau Madura yang meliputi 3 Kabupaten sebesar 9.000 ton. Menurutnya hal ini merupakan peluang bagi para petani tembakau Sumenep untuk tembakaunya ke pabrik rokok tersebut.

"Sedangkan untuk yang Kemitraan dengan PT. Djarum, Sampel bisa dikirim ke Dispertahortbun terlebih dahulu untuk selanjutnya akan kami buatkan rekom ke Grader PT. Pabrik Djarum," terangnya.

Arif mengungkapkan, pengambilan kuota sebanyak 9.000 ton itu terbuka untuk umum se Madura. Artinya jika kualitas hasil panen tembakau petani Sumenep memenuhi kualifikasi PT. Djarum, maka tembakau petani akan diambil meski di luar kemitraan.

"Kalau yang sudah bermitra akan diambil antara 350-500 ton, tapi kalau kualitas tembakau petani Sumenep bagus, pengambilan kuota bisa lebih dari itu," tandasnya. (Zai).

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah saksi terkait dugaan korupsi dana hibah kelompok masyarakat (Pokmas)...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Desa Patempuran, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa beras...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sumenep mencatat terobosan dalam tata kelola teknologi...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Pintu pagar SMK Kesehatan Nusantara yang berada di Jalan Raya Nyalaran, Kelurahan Kowel, Kecamatan Kota, Pamekasan,...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menempatkan pendidikan Al-Qur’an sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia dan...

Komentar