Meski Sibuk Jadi Instruktur, Hairul Tetap Produktif Menulis

foto: Molhammad Hairul
1155
ad

MEMOonline.co.id, Bondowoso - Terpilih menjadi instruktur nasional literasi oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud, Molhammad Hairul baru saja pulang dari tugas dinasnya di Makassar.  Ia menjadi narasumber dalam acara Bimbingan Teknis Fasilitator Literasi Baca-Tulis Tingkat Regional Sulawesi dan Maluku pada 17-21 Juni 2019 lalu.

“Alhamdulillah kegiatan di 6 regional sudah selesai. Regional Sulawesi dan Maluku ini yang terakhir. Sebelumya juga sudah dilaksanakan di  Regional Jawa, Bali-NTT dan NTB, Regional Sumatra, Regional Kalimantan, Regional Papua”, ungkap Hairul saat ditemui di rumahnya, Kamis (4/7/2019).

Menurut Hairul, di setiap regional Bimtek diikuti 80 peserta, mereka para guru bahasa Indonesia, penyuluh bahasa, dan pegiat literasi delegasi dari Kantor dan Balai Bahasa. “Sebelum Bimtek, pihak Kantor dan Balai Bahasa setempat sudah melakukan seleksi peserta. Jadi  80 peserta di tiap regional itu adalah orang-orang pilihan.”

Materi yang disajikan Hairul dalam Bimtek Fasilitator Literasi baca-tulis  tidak jauh dari tugas sehari-harinya sebagai guru di SMP Negeri 1 Klabang, Bondowoso. Materinya  adalah strategi literasi dalam pembelajaran, teknik dan praktik menulis, teknik dan praktik swasunting, teknik dan praktik membaca berbagai jenis teks, serta praktik baik berliterasi baca-tulis.

“Saya sangat menikmati tugas ini karena dunia literasi, dunia baca-tulis memang dunia saya,” ungkap Hairul.

Hairul juga baru saja menerbitkan buku baru. Judulnya Jangan Panggil Aku Macam-Macam. Buku ini sudah bisa di dapatkan di toko-toko buku, di penerbit, dan bisa melalui Hairul langsung. “Buku ini unik dan menarik. Buku ini menguak betapa di lembaga pendidikan masih ada beberapa pola interaksi yang kurang sehat. Interaksi yang mengarah pada perundungan dan kekerasan simbolik.”

Saat ditanya tentang kesibukannya saat ini, Hairul menjelaskan sedang menikmati masa liburan bersama keluarga. “Istri saya juga seorang guru, jadi mumpung semua sedang libur kami gunakan untuk menikmati kebersamaan dengan anak-anak”. Selain itu, menurut Hairul ia masih terus menyempatkan menulis, mengedit beberapa naskah, dan mengisi beberapa pelatihan. (Udin/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata air legendaris Kabupaten Lumajang belakangan disorot pasca muncul wahana air berupa sewa ban pelampung, perahu...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep mulai memperketat regulasi pendirian toko modern guna melindungi keberlangsungan pasar tradisional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Sumenep menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep Masa Khidmat...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kekosongan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat perhatian serius dari...

Komentar