Gedung Juang Tambun Bekasi dari masa ke masa

Foto: Gedung Juang Bekasi
4830
ad

MEMOonline.co.id, Bekasi - Tambun Selatan- Setelah direnovasi, Gedung Juang Tambun diprediski akan menjadi salah satu tempat wisata hits di Kabupaten Bekasi.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi, Mulyana Muhtar,  mengatakan bahwa nantinya masyarakat bisa menikmati wisata sejarah di Gedung Juang dengan aman dan nyaman. Pasalnya saat ini kondisi Gedung Juang sudah semakin baik, bersih dan lebih tertata setelah direnovasi. 

“Dengan selesainya renovasi ini nantinya baik wisatawan lokal maupun wisatawan asing dapat menikmati obyek wisata sejarah Gedung Juang,” kata Mulyana Muchtar saat Kunjungan Kerja Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi untuk melihat kondisi dan keadaan Gedung Juang yang telah selesai direnovasi total, Jum’at (12/01).

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi ini menghimbau agar Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) segera menyiapkan sarana dan prasarana serta konsep pemanfaatan Gedung Juang yang telah direnovasi dengan baik agar maksimal dan tidak terkesan mubazir.

“Jangan ada kesan bangunan mubazir dan hanya menghabiskan dari sisi anggaran saja. Karena setelah direnovasi ternyata tidak digunakan sebagaimana mestinya,” kata Mulyana Muchtar.

Semisal, lanjut Mulyana,Disbudpora harus segera membuat kajian ilmiah tentang sejarah keberadaan dari Gedung Juang agar masyarakat awam yang datang ke bangunan bersejarah itu nantinya bisa mengetahui silsilah dari gedung tersebut.

“Silsilahnya harus punya, tahun berapa dibangun, jaman apa dan tadinya diperuntukkan untuk apa atau digunakan untuk apa itu harus diungkapkan, dipajang agar masyarakat yang datang tahu. Mustahil ada gedung tetapi tidak ada ceritanya,” kata Mulyana.

Mulyana juga mendesak agar Disbudpora segera membuat kajian tentang perencaan, fungsi dan pemanfaatan Gedung Djuang tersebut.

“Mau digunakan untuk apa gedung tersebut? Museum Perjuangan kah? Museum Kebudayaan kah? Silahkan! Yang pasti gedung ini nantinya harus jadi produk sehingga bisa disinkronkan juga dengan program di Dinas Pariwisata. Jadi Disbudpora yang menyiapkan materinya, Dinas Parisiwata yang nantinya mempromosikan atau menjualnya,” kata dia.

Semua proses itu, sambungnya, tentu harus melewati proses kajian. 

“Dan kajiannya harus mateng dan jangan asal-asalan,” pungkas dia.

Seperti diketahui, Gedung Juang adalah sebuah situs sejarah yang terletak di kecamatan Tambun Selatan. 

Sebelum Revolusi Nasional, bangunan ini bernama Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi dan merupakan pusat tanah partikelir milik keluarga Khouw Van Tamboen.

Tepat dibelakang Gedung Juang berdiri Stasiun Tambun. Kedua bangunan ini bergaya Art Deco dan merupakan satu kesatuan sejarah tidak terpisahkan.

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Pemkot Batu lepas tangan soal hukum. Kasus dugaan praktik jual beli los dan kios di Pasar Induk Among Tani kini...

MEMOonline.co.id. Jember- Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan di tingkat dusun, Pemerintah Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pengembangan komoditas lokal dinilai tidak cukup hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu didukung...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perpustakaan Ramah Anak yang selama ini dinantikan siswa SDN Bulla’an I, Desa Bulla’an, Kecamatan Batuputih, Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Penyerahan sapi kurban bantuan Presiden Republik Indonesia kepada masyarakat Kabupaten Lumajang dinilai tidak hanya...

Komentar