Kementerian Perekonomian Kunjungi Petani Garam di Sampang

Foto: Asisten Deputi Peternakan Perikanan Kementerian Koordinator Perekonomian
888
ad

MEMOonline.co.id, Sampang - Kunjungan Asisten Deputi Peternakan Perikanan Kementerian Koordinator Perekonomian ke Petani Garam di Desa Pangarengan Sampang Madura Jawa timur,  untuk melihat langsung stak dan kualitas garam yang ada di petani garam, kamis (17/1/2019).

Hadir pula dalam kunjungan, perwakilan dari kementerian perdagangan, perekonomian, maritim dan juga dari Dinas kelautan serta masyarakat petani garam.

Kepada awak media, asisten Deputi Peternakan Perikanan Kementerian Koordinator Perekonomian, Javi A mengatakan,

Dalam rangka kunjungan ke Kabupaten Sampang ini,  untuk memastikan kualitas garam rakyat yang ada di Kabupaten Sampang ini.

Tidak hanya itu, stok garam yang ada di Kabupaten ini, kira kira berapa dan stok akhir Desember ini berapa.

Ini kami hitung secara  Nasional,  untuk diolah baik di jatim Jateng bahkan di Jabar.

"Kami cek secara langsung kualitas garam yang ada di Kabupaten Sampang ini, sekaligus berapa stok yang ada," jelasnya.

Karena dengan kualitas yang ada, akan menentukan harga, sehingga kami dari pemerintah mendorong supaya mendapatkan harga yang stabil,  sehingga tidak perlu lagi impor garam.

Untuk stok garam yang ada di petani Kabupaten Sampang mencapai 130 ton, sementara kebutuhan Nasional mencapai 4000 ton.

"Marilah kita tingkatkan kualitas garam di Sampang ini, karena ini menentukan harga," jelas Jovi.

Ditempat yang sama, salah satu petani garam, Moh Yanto menjelaskan, untuk membuktikan kualitas garam yang ada, khususnya di Kabupaten Sampang, kami langsung membuktikan bahwa garam  produksi petani yang ada di Kabupaten Sampang aman, tidak mengandung busa.

"Siapa bilang garam di Sampang berbusa, sampeyan (kamu)  lihat sendiri tadi apa yang sudah kami praktekkan," jelasnya berapi api.

Saat sekarang, garam yang ada tidak ada yang membeli,  sementara pabrik tutup semua, hanya 1 pabrik masih buka.

Apalagi ada statement dari menteri Perdagangan yang mengatakan bahwa, garam lokal sangat buruk untuk dijadikan infus "pasien bisa mati,".

"Sekarang pabrik sudah tutup semua,  hanya 1 pabrik yang buka,  apalagi ada statement dari Menteri Perdagangan yang sangat merugikan para petani garam," imbuhnya. (Fathur/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar