Kementerian Perekonomian Kunjungi Petani Garam di Sampang

Foto: Asisten Deputi Peternakan Perikanan Kementerian Koordinator Perekonomian
882
ad

MEMOonline.co.id, Sampang - Kunjungan Asisten Deputi Peternakan Perikanan Kementerian Koordinator Perekonomian ke Petani Garam di Desa Pangarengan Sampang Madura Jawa timur,  untuk melihat langsung stak dan kualitas garam yang ada di petani garam, kamis (17/1/2019).

Hadir pula dalam kunjungan, perwakilan dari kementerian perdagangan, perekonomian, maritim dan juga dari Dinas kelautan serta masyarakat petani garam.

Kepada awak media, asisten Deputi Peternakan Perikanan Kementerian Koordinator Perekonomian, Javi A mengatakan,

Dalam rangka kunjungan ke Kabupaten Sampang ini,  untuk memastikan kualitas garam rakyat yang ada di Kabupaten Sampang ini.

Tidak hanya itu, stok garam yang ada di Kabupaten ini, kira kira berapa dan stok akhir Desember ini berapa.

Ini kami hitung secara  Nasional,  untuk diolah baik di jatim Jateng bahkan di Jabar.

"Kami cek secara langsung kualitas garam yang ada di Kabupaten Sampang ini, sekaligus berapa stok yang ada," jelasnya.

Karena dengan kualitas yang ada, akan menentukan harga, sehingga kami dari pemerintah mendorong supaya mendapatkan harga yang stabil,  sehingga tidak perlu lagi impor garam.

Untuk stok garam yang ada di petani Kabupaten Sampang mencapai 130 ton, sementara kebutuhan Nasional mencapai 4000 ton.

"Marilah kita tingkatkan kualitas garam di Sampang ini, karena ini menentukan harga," jelas Jovi.

Ditempat yang sama, salah satu petani garam, Moh Yanto menjelaskan, untuk membuktikan kualitas garam yang ada, khususnya di Kabupaten Sampang, kami langsung membuktikan bahwa garam  produksi petani yang ada di Kabupaten Sampang aman, tidak mengandung busa.

"Siapa bilang garam di Sampang berbusa, sampeyan (kamu)  lihat sendiri tadi apa yang sudah kami praktekkan," jelasnya berapi api.

Saat sekarang, garam yang ada tidak ada yang membeli,  sementara pabrik tutup semua, hanya 1 pabrik masih buka.

Apalagi ada statement dari menteri Perdagangan yang mengatakan bahwa, garam lokal sangat buruk untuk dijadikan infus "pasien bisa mati,".

"Sekarang pabrik sudah tutup semua,  hanya 1 pabrik yang buka,  apalagi ada statement dari Menteri Perdagangan yang sangat merugikan para petani garam," imbuhnya. (Fathur/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus menegaskan peran strategisnya dalam menjamin hak masyarakat atas keterbukaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu berhasil mengamankan seorang pria, yang diduga kuat sebagai bagian...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan tetap stabil dan aman...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan ekonomi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep kembali menggencarkan edukasi hukum kepada pelajar melalui program Jaksa Masuk Sekolah...

Komentar