Waduh ! Bantaran Sungai Pragaan Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah

Foto: Tumpukan Sampah di bantaran sungai pragaan
1613
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Minimnya tempat sampah yang disediakan oleh Pemerintah Daerah menyebabkan warga kebingungan. Bahkan, warga memilih membuang sampah di sungai.

Seperti yang terjadi di sungai tepapatnya di perbatasan Desa Pragaan dengan Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Sumenep, Madura.

Tumpukan sampah berbagai jenis, mulai sampah plastik, tulang ikan, kertas, tempat odol, bungkus sabun, pembalut, pecahan kaca tampak berserakan. Bertambah hari, sampah kian menggunung, sehingga perlu penanganan dari Pemerintah.

"Itu sudah lama, bahkan diatas sudah terpampang tulisan untuk tidak membuang sampah di sungai. Karena tidak ada tempat sampah, maka warga tetap membuang sampah ke Sungai," kata salah satu warga Kecamatan Pragaan, Imam Ghazali saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya.

Kondisi tersebut kata Imam, sedikit mengganggu ketenangan warga. Bahkan, jika tidak cepat dibersihkan nantinya akan menyumbat aliran air yang menyebabkan berpotensi terjadinya genangan air atau banjir. "Warga banyak ngeluh karena bahu sampah itu, makanya kami harap ada penagihan serius dari Pemerintah," pintanya.

Terpisah Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep, Agus Salam mengatakan saat ini DLH hanya mampu menangani sampah di tiga Kecamatan, yakni Kecamatan Kota, Kecamatan Batuan dan Kecamatan Kalianget.

Sementara kecamatan lain belum tercover, alasannya karena keterbatasan armada dan petugas sampah. Saat ini DLH hanya memiliki sebanyak 17 dumtruk pengangkut sampah. Itupun kondisinya banyak yang tidak layak pakai.

"Sebenarnya penanganan sampah ini bukan hanya DLH, melainkan tugas bersama. Mulai masyarakat, pejabat tingkat kecamatan. Bahkan, Kepala Desa Sebenarnya bisa menguatkan melalui ADD untuk pengadaan TPS (tempat pembuangan sampah sementara), termasuk pengadaan transportnya. Kamis siap merekomendasikan untuk pembuangan sampah ke TPA," katanya saat dikonfirmasi.

Kedepan pihaknya kedepan akan terus mencari terobosan baru guna bisa mencover sampah disetiap kecamatan. Apalagi, saat ini DLH telah memiliki sebanyak 11 kendaraan roda tiga khusus transportasi sampah.

"Rencananya ini akan dioperasikan di wilayah kota nanti, sehingga penanganan sampah nantinya bisa diperlebar, misalnya ke Kecamatan Manding, Saronggi dan Gapura," tegasnya. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Sebanyak 132 perumahan di Kota Batu belum menyerahkan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum ke Pemkot. Kepala DPKP Kota...

MEMOonline.co.id. Sampang- Ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda dan Masyarakat Peduli Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di kabupaten...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perkara dugaan tindak pidana korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kabupaten Sumenep memasuki babak...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kasus dugaan reklamasi pantai di wilayah pesisir Gresik Putih, Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

Komentar