Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi
MEMOonline.co.id, Sumenep - Bencana kekeringan kini melanda sejumlah desa di Kabupaten Sumenep, ada sekitar 27 desa dari 10 kecamatan yang ada di daratan.
Kekeringan yang dirasakan masyarakat saat ini terbilang ada penurunan ketimbang musim lalu yang sampai melanda 37 desa.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Rahman Riadi menyatakan, kekeringan yang melanda sejumlah desa di kabupaten sumenep harus segera diatasi, pasalnya jika tidak segera diatasi dikhawatirkan merembet ke desa lainnya.
"Volume pengirimin air bersih ke desa-desa akan semakin besar jika tidak segera diatasi dan di khatirkan pula jika sampai merembet ke desa lainnya", katanya. Rabu (29/08/2018)
Sebenarnya bencana kekeringan ini terjadi sejak bulan juni lalu lanjut Rahman Riadi, dan pihaknya juga sudah melakukan dropping air bersih ke sejumlah desa yang membutuhkan.
"Berdasarkan rilis dari pihak berwenang puncak kemarau di prediksi akan berakhir pada bulan semtember nanti", lanjutnya.
Pihaknya sangat berharap musim kemarau ini berakhir pada bulan agustus ini. Pihaknya juga berharap kepada seluruh perangkat daerah, aparat di wilayah baik camat dan kepala desa agar cepat tanggap dalam merespon laporan dari masyarakat, sehingga penanggulangan bisa lebih optimal.
Adapun rincian dari 27 desa yang yang dilanda kekeringan terbagi dari 10 kecamatan diantaranya, Kecamatan Batuputih, Kecamatan Pasongsongan, Kecamatan Saronggi, Kecamatan Rubaru dan Kecamatan Dasuk.
"Aparat wilayah juga harus mengevaluasi kondisi di wilayah masing-masing, sehingga semua desa bisa terdekteksi mengenai potensi terjadinya kekeringan agar kami segera melakukan tindakan", pungkasnya. (Nafi/Diens)