Tak Tahan Menunggu, Sejumlah Pohon Palem di Tajamara Mulai Mati

Foto: Sejumlah pohon palem yang mati tak terawat di Tajamara
1078
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Lantaran hingga saat ini kelanjutan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) Tajamara, di Desa Kolor,  Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur belum ada kejelasan, sejumlah pohon yang ada di lokasi proyek tersebut mulai mati.

Sebab, hingga menjelang akhir Agustus tahun ini, belum ada tanda-tanda pekerjaan akan dilakukan kembali. Sehingga, sisa material proyek senilai Rp4 miliar bertumpukan pasca diputus kontrak akhir tahun 2017 lalu.

Sejumlah fasilitas mulai ada yang rusak. Salah satunya sebagian pohon palem mulai kering, dan  diduga karena kurang terawat. Sehingga, bila pembangunan tersebut mau dilanjutkan, maka membutuhkan anggaran baru lagi.

Menanggapi hal itu Anggota Komisi III DPRD Sumenep Moh Ramzi mengaku sangat kecewa. Dia berharap agar pembangunan itu segera dilanjut.

"Sehingga fasilitas yang sudah dibangun tidak rusak lagi," katanya, Rabu (29/8/2018).

Sebagai wakil rakyat dirinya mendorong untuk segera diselesaikan. Diyakini pembangunan tersebut bisa membawa perubahan Sumenep yang lebih baik kedepan.

Sebelumnya Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi memastikan kelanjutan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) Tajamara, Desa Kolor,  Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur segera dilanjutkan tahun 2018 ini.

Pria yang akrab disapa Uji itu mengatakan semua permasalahan yang menyebabkan rekanan diputus kontrak telah selesai. Sehingga dalam waktu dekat akan segera dilakukan lelang kembali.

"Pembangunannya akan dilanjutkan tahun ini, dalam waktu dekat akan ditender kembali setelah Perbub (Peraturan Bupati) selesai," katanya saat dikonfirmasi media.

Menurutnya, pelaksanaan tender akan dilakukan secara terbuka. Untuk itu Uji mempersilahkan semua pengusaha untuk mengikuti tender tersebut.

"Kalau ada pengusaha yang mau ikut silahkan, tender akan segera kami lakukan secara terbuka di LPSE nanti" jelasnya

Dia berharap, pelaksanan tender dilakukan secara profesional. Sehingga pemenang tender benar-benar perusahaan yang kompeten dan bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditetapkan.

Sebab, lanjut Fauzi keberadaan Tajamara sangat penting. Karena berhubungan langsung dengan salah satu kebijakan pemerintah, utamanya dibidang pariwisata.

"Semoga nanti tidak mandek lagi. Disana nanti akan menjadi transit pariwisata," paparnya.

Pembangunan Tajamara dianggarkan melalui APBD Sumenep 2017 sebesar Rp 4 miliar. Setelah dilakukan proses tender, PT Duta Wahana Utama memenangkan proyek Tajamara senilai Rp 3,5 miliar.

Hingga masa kontrak berakhir, rekanan hanya menyelesaikan pekerjaan sekitar 58 persen. Pada akhir Desember 2017, pemkab memutus kontrak rekanan dan membayar sesuai dengan pekerjaan yang selesai, yakni Rp 1,9 miliar.

Dengan begitu terdapat sisa anggaran sebesar Rp1,6 miliar. Ditambah dengan sisa anggaran sebelum tender Rp500 juta, maka akumulasinya Rp 2,1 miliar. Dengan penghitungan, anggaran awal Rp 4 miliar dan terserap Rp 1,9 miliar. (Ita/diens)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Komisi Informasi (KI) Kabupaten Sumenep terus menegaskan peran strategisnya dalam menjamin hak masyarakat atas keterbukaan...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Batu berhasil mengamankan seorang pria, yang diduga kuat sebagai bagian...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pendistribusian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dipastikan tetap stabil dan aman...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Komando Distrik Militer (Kodim) 0821/Lumajang kembali menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan ekonomi...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep kembali menggencarkan edukasi hukum kepada pelajar melalui program Jaksa Masuk Sekolah...

Komentar