Foto: Truk Bermuatan Besi dan Genting Terguling di Dermaga 1 Kalianget
Foto: Truk Bermuatan Besi dan Genting Terguling di Dermaga 1 Kalianget
MEMOonline.co.id. Sumenep- Sebuah truk bernomor polisi M 8661 X yang mengangkut bahan bangunan, besi, genting, sejumlah kebutuhan pokok, serta satu ekor kuda terguling di Dermaga 1 Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026).
Peristiwa tersebut terjadi saat truk hendak masuk ke kapal KMP HULALO. Diduga kehilangan keseimbangan, truk tiba-tiba terguling dan menimpa dua unit sepeda motor yang berada di sekitar lokasi.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, insiden ini memunculkan sorotan terkait pengawasan kendaraan dan muatan yang akan masuk ke kapal.
Sarkawi, yang kebetulan berada di lokasi kejadian, mengatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, KMP HULALO mendapatkan jatah sebanyak 17 truk untuk masuk ke kapal dari sebelumnya 20 truk.
“Sekarang jatahnya 17 truk, sebelumnya 20 truk. Selain truk juga ada kendaraan umum dan sepeda motor,” ujar Sarkawi.
Ia juga mempertanyakan mekanisme pemeriksaan kendaraan, khususnya terhadap truk yang membawa muatan dalam jumlah besar.
Menurut Sarkawi, pembatasan jumlah truk yang masuk kapal seharusnya juga diikuti dengan pemeriksaan terhadap kondisi dan kapasitas muatan masing-masing kendaraan.
“Yang menjadi persoalan bukan hanya jumlah truk yang masuk, tetapi muatannya juga harus diperiksa. Jangan sampai kendaraan sudah melebihi standar muatan tetapi tetap diperbolehkan masuk kapal,” katanya.
Sarkawi juga menyoroti keberadaan sejumlah sepeda motor yang disebut sudah berada di dalam KMP HULALO ketika dirinya melakukan pemantauan di lokasi.
Ia meminta Kementerian Perhubungan, Syahbandar maupun KSOP Kalianget memperketat pengawasan terhadap kendaraan dan muatan yang akan masuk kapal demi menjamin keselamatan pelayaran.
“Keselamatan pelayaran harus menjadi prioritas. Jangan sampai persoalan kelebihan muatan justru membahayakan kapal dan penumpang,” tegasnya.
Ia berharap seluruh petugas di lapangan benar-benar menjalankan pemeriksaan sesuai aturan dan tidak hanya berpatokan pada jumlah kendaraan yang diperbolehkan masuk kapal.
“Syahbandar sudah mengurangi jumlah truk dari 20 menjadi 17. Tetapi kalau muatan setiap truk tidak diperiksa, kebijakan tersebut belum cukup untuk menjamin keselamatan,” ujarnya.
Sarkawi juga meminta Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Perhubungan (Disperkimhub) Sumenep serta Syahbandar Kalianget tidak tinggal diam dan memastikan seluruh aturan keselamatan diterapkan secara tegas.
Pemkab Siapkan Portal
Sementara itu, Kepala Disperkimhub Sumenep, Dadang Dedi Iskandar, turun langsung ke lokasi kejadian.
Dadang mengimbau para sopir dan kru pelabuhan agar tetap mematuhi aturan serta mekanisme yang berlaku ketika berada di kawasan pelabuhan.
Menurutnya, keselamatan di kawasan pelabuhan merupakan hal utama yang harus menjadi perhatian, termasuk memastikan kendaraan dan muatan yang dibawa sesuai ketentuan.
“Keselamatan di pelabuhan menjadi hal yang utama. Kami sering memberikan imbauan maupun saran kepada para sopir dan kru agar saat ke pelabuhan tetap mengikuti aturan dan mekanisme yang berlaku,” kata Dadang kepada media di Pelabuhan Kalianget, Rabu (16/9/2026).
Ia menyebut kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
“Meskipun dalam kejadian ini tidak ada korban, tentu menjadi pembelajaran dan informasi bersama,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Sumenep berencana segera memasang portal di kawasan pelabuhan.
Portal tersebut nantinya berfungsi membantu mengontrol kendaraan yang membawa muatan, terutama untuk memastikan ketinggian muatan tidak melampaui ketentuan yang diperbolehkan.
“Portal tersebut nantinya menjadi salah satu upaya untuk mengontrol kendaraan atau muatan yang masuk, khususnya terkait ketinggian muatan,” pungkasnya.
Penulis : Alvian
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak