Lestarikan Grebeg Suro, Wakil Bupati Lumajang: Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan Berjalan Beriringan ‎

Foto: Berfoto bersama usai kegiatan
23
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Di tengah pesatnya pembangunan dan arus perubahan zaman, masyarakat diimbau tidak melepaskan akar budaya yang mengajarkan kepedulian lingkungan, kebersamaan, dan rasa syukur.

Nilai-nilai luhur inilah yang terus hidup dalam tradisi Grebeg Suro di Desa Yosowilangun Kidul, Kecamatan Yosowilangun, dan dinilai menjadi fondasi kuat pembangunan berkelanjutan Kabupaten Lumajang.

‎ ‎Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma saat menghadiri perayaan Grebeg Suro setempat, Sabtu (4/7/2026).

Dihiasi arak-arakan gunungan hasil bumi, alunan gamelan, hingga pagelaran wayang kulit, tradisi ini menurutnya bukan sekadar warisan leluhur, melainkan pengingat bahwa menjaga kelestarian alam dan merawat budaya adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

‎ ‎"Grebeg Suro mengajarkan kita bersyukur atas karunia Tuhan, menjaga bumi, dan memperkuat gotong royong. Nilai inilah modal utama membangun Lumajang yang maju, harmonis, dan sejahtera," ujar Yudha.

‎ ‎Ia menegaskan kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau angka pertumbuhan ekonomi, melainkan juga kemampuan masyarakat menjaga nilai warisan seperti kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Tradisi ini menjadi ruang pembelajaran lintas generasi bahwa alam adalah amanah yang harus dijaga bersama, sekaligus memperkuat karakter masyarakat.

‎ ‎Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lumajang Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma mengajak setiap keluarga menjadikan rumah sebagai tempat pertama menanamkan kecintaan pada lingkungan dan budaya kepada anak-anak.

‎ ‎"Memetri bumi adalah rasa syukur atas anugerah alam, sedangkan nguri-uri budaya adalah tanggung jawab bersama agar sopan santun dan gotong royong tetap hidup di tengah perubahan zaman," tuturnya.

‎ ‎Ia menekankan peran keluarga sangat krusial dalam pewarisan nilai: membiasakan anak mencintai lingkungan dan tradisi sejak dini akan melahirkan generasi yang peduli sesama dan menjaga alam.

Ia pun memuji konsistensi warga Desa Yosowilangun Kidul yang terus merawat tradisi ini.

‎ ‎Bagi masyarakat setempat, Grebeg Suro bukan sekadar penanda Tahun Baru Jawa, melainkan landasan: pembangunan akan bermakna utuh jika berjalan seiring pelestarian alam, kekuatan budaya, dan semangat kebersamaan.

Dari sinilah jati diri Lumajang terus tumbuh dan diwariskan ke masa depan.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Perkara dugaan tindak pidana korupsi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun Anggaran 2024 di Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memperkuat langkah antisipasi menghadapi puncak musim kemarau 2026 dengan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Merinda Tri Agustin...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Dugaan ketidaklengkapan perizinan usaha CV Surya Agro Mandiri yang beroperasi di wilayah Desa Ledoktempuro hingga...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Tingginya angka inflasi di Kabupaten Sumenep selama dua bulan berturut-turut menjadi sorotan...

Komentar