Siaga El Nino 2026, Pemkab Sumenep Siapkan Mitigasi dan Jaga Pasokan Air Bersih

Foto: Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo (Istimewa)
22
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mulai mengantisipasi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi dalam waktu dekat.

Fenomena ini dikhawatirkan memicu musim kemarau lebih panjang, menurunkan curah hujan, serta meningkatkan risiko kekeringan, khususnya di sektor pertanian dan kebutuhan air bersih masyarakat, Kamis (23/4/2026).

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi guna meminimalkan dampak yang mungkin timbul.

Salah satu fokus utama adalah memastikan ketersediaan air bersih, terutama di wilayah rawan kekeringan.

“Kita siapkan dari sekarang untuk menghadapi perubahan iklim agar masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman,” ujarnya.

Ia menjelaskan, El Nino berpotensi menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya.

Kondisi ini berdampak pada berkurangnya curah hujan yang selama ini menjadi sumber utama pengairan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun sektor pertanian.

Pemkab Sumenep pun mulai memetakan daerah rawan kekeringan serta menyiapkan distribusi bantuan air bersih sebagai langkah darurat.

Upaya ini dilakukan untuk mencegah dampak yang lebih luas jika kondisi kekeringan benar-benar terjadi.

“Pemerintah akan mengupayakan langkah terbaik agar masyarakat tidak terdampak parah akibat kekeringan,” tegas Fauzi.

Selain itu, pemerintah juga mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim.

Edukasi tersebut meliputi penghematan penggunaan air hingga menjaga lingkungan agar tetap mampu menyimpan cadangan air secara alami.

Fauzi menekankan, peran aktif masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi ancaman ini.

“Masyarakat bisa memulai dari hal sederhana, seperti menghemat air dan menjaga lingkungan,” katanya.

Di sisi lain, Pemkab Sumenep memperkuat koordinasi dengan berbagai instansi, mulai dari dinas teknis hingga aparat desa.

Kolaborasi ini mencakup pemantauan kondisi lapangan, percepatan distribusi bantuan saat krisis, hingga penyusunan strategi jangka panjang dalam menghadapi perubahan iklim.

Pemerintah juga membuka ruang komunikasi dengan masyarakat agar setiap potensi masalah dapat segera ditangani.

Menurut Fauzi, fenomena El Nino menjadi pengingat penting bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan bijak dalam menggunakan sumber daya alam, terutama di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan ekstrem.

Ia berharap, dengan kesiapan yang matang dan dukungan masyarakat, dampak El Nino dapat ditekan seminimal mungkin.

“Ini menjadi pengingat bagi kita semua, khususnya di wilayah rawan, agar lebih siap menghadapi kemungkinan kekeringan ekstrem,” pungkasnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Sumenep optimistis masyarakat tetap dapat menjalani aktivitas secara normal di tengah ancaman perubahan iklim.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ekonomi Kabupaten Lumajang pada 2025 tumbuh 5,35 persen, melampaui capaian nasional 5,11 persen dan Jawa Timur 5,33...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kekhawatiran masyarakat terhadap dampak geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah, mulai memicu keresahan...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten Sumenep melakukan penyesuaian kebijakan pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) menyusul terbitnya...

p>MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep memastikan pelayanan publik oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis tetap...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Penguatan budaya di Kabupaten Lumajang diarahkan tidak hanya pada aspek pelestarian, tetapi juga pada pemenuhan hak-hak...

Komentar