Foto: Kake Parman saat ditemui media pada Minggu 5/4/2026 malem sekitar jam 11:00 WIB.
Foto: Kake Parman saat ditemui media pada Minggu 5/4/2026 malem sekitar jam 11:00 WIB.
MEMOonline.co.id. Jember- Di usia senja yang seharusnya dihabiskan untuk beristirahat, Kakek Parman (81), warga Dusun Gebangwaru, Kelurahan Kebonagung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, justru masih harus berjuang keras demi bertahan hidup.
Setiap hari, sejak pukul 05.00 WIB hingga sore, ia berjualan kelapa dan singkong di pinggir jalan, tepatnya di depan RS IBI Tegalbesar, dekat bangunan tua Panorama Bukit Bedadung.
Dengan tubuh renta, ia tetap setia menunggu pembeli datang.
Tak jarang, hasil yang didapat jauh dari kata cukup. Dalam sehari, dagangannya terkadang hanya laku sedikit.
“Saya jualan dari pagi sampai sore, kadang cuma laku tiga buah, dapat sekitar Rp35 ribu,” ujar Parman saat ditemui pada Minggu (5/4/2025) malam.
Meski penghasilannya minim, ia memilih tetap bekerja keras daripada melakukan hal yang melanggar hukum.
“Kalau belum laku, ya tetap nunggu. Daripada mencuri, lebih baik kerja seperti ini,” ucapnya lirih.
Dalam kesehariannya, Parman juga mengaku kerap mendapat bantuan dari orang-orang yang peduli.
Bantuan itu berupa makanan hingga kebutuhan pokok seperti beras, gula, mie instan, dan minyak goreng.
Kisah Kakek Parman menjadi potret nyata perjuangan hidup di usia lanjut.
Di tengah keterbatasan, ia tetap memilih jalan yang jujur demi menyambung hidup.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak