Foto: Ilustrasi owner rokok Makayasa, H. Supriyadi atau H. Adi
Foto: Ilustrasi owner rokok Makayasa, H. Supriyadi atau H. Adi
MEMOonline.co.id. Sumenep- Di tengah pesatnya pertumbuhan industri rokok lokal di Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep, sosok H. Supriyadi atau yang akrab disapa H. Adi, sempat mencuri perhatian publik.
Pasalnya, pengusaha rokok yang satu ini, dikenal cukup nyentrik. Beliau memilih menjalani hidup sederhana, dengan tetap setia mengendarai sepeda motor butut yang dibelinya sejak memulai usahanya.
Padahal Sebagai owner rokok Makayasa, H. Adi disebut memiliki penghasilan miliaran rupiah setiap bulan.
Namun, gaya hidupnya jauh dari kesan mewah layaknya pengusaha pada umumnya.
Dalam aktivitas sehari-hari, ia tetap setia menggunakan sepeda motor Vario lawas miliknya.
Kendaraan sederhana itu menjadi andalan untuk menunjang mobilitas sehari - hari.
Tak hanya itu, saat bepergian ke luar kota, H. Adi lebih memilih menggunakan transportasi umum seperti travel maupun bus.
Sikap tersebut menjadi cerminan prinsip hidup sederhana yang ia pegang teguh.
“Pebisnis sejati bukan yang baru membangun usaha lalu hidup glamor seperti sultan dadakan,” ujar H. Adi kepada wartawan.
Ia menegaskan, seorang pengusaha harus fokus membangun pondasi bisnis yang kuat sejak awal.
Sistem dan manajemen, menurutnya, jauh lebih penting daripada sekadar menikmati hasil.
“Yang utama itu membangun sistem, manajemen, dan mampu memberi kehidupan layak bagi banyak orang,” katanya.
H. Adi memulai usaha rokok Makayasa pada 13 Desember 2023.
Dalam waktu relatif singkat, bisnis tersebut berkembang pesat hingga mampu menyerap banyak tenaga kerja.
Saat ini, perusahaan yang ia rintis telah memiliki sekitar 180 karyawan, mulai dari tim produksi hingga tenaga pemasaran yang tersebar di berbagai wilayah.
Ia mengungkapkan, laba bersih usahanya kini mencapai puluhan miliar rupiah per bulan.
Capaian itu menjadi bukti keseriusannya dalam membangun bisnis dari nol.
Meski demikian, H. Adi tetap memilih hidup sederhana.
Baginya, kesuksesan bukan soal kemewahan, melainkan seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.
“Pengusaha sejati adalah yang mampu memberikan dampak dan manfaat bagi sesama,” tegasnya.
Ke depan, H. Adi memiliki visi besar dalam mengembangkan bisnisnya melalui konsep Social Impact System yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam tiga tahun mendatang, ia menargetkan mampu menghidupi 6.000 karyawan, serta membantu 6.000 anak yatim dan 6.000 dhuafa.
Selain itu, ia juga bercita-cita mendukung kehidupan 6000 santri melalui program sosial yang terintegrasi dengan bisnisnya.
Dengan komitmen tersebut, H. Adi berharap usaha yang dibangunnya tidak hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat.
Penulis : Alvian
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak