Foto: Suasana Muscap PKB di Ponpes Badridduja Kraksaan Probolinggo
Foto: Suasana Muscap PKB di Ponpes Badridduja Kraksaan Probolinggo
MEMOonline.co.id. Probolinggo- Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Probolinggo digelar di Pondok Pesantren Badridduja, Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi internal partai sekaligus penguatan strategi menghadapi Pemilu 2029.
Setidaknya 24 Pimpinan Anak Cabang ( PAC ) sekabupaten Probolinggo ambil bagian untuk menyukseskan agenda besar Musyawarah Cabang ( Muscab).
Ketua DPC PKB Kabupaten Probolinggo, Fahmi AHZ, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas soliditas kader dan peningkatan perolehan suara partai.
Ia menegaskan bahwa Muscab bukan sekadar agenda rutin, melainkan ajang evaluasi dan penguatan kerja politik yang lebih terarah.
“Momentum Muscab ini harus menjadi titik tolak kerja elektoral yang lebih masif. PKB harus terus hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum DPP PKB, Faisol Riza, menekankan pentingnya peran kader sebagai motor penggerak politik yang langsung dirasakan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa tantangan global saat ini turut berdampak hingga ke tingkat daerah.
“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Dampaknya sampai ke Indonesia, bahkan ke desa dan dapur masyarakat. Dalam situasi seperti ini, rakyat tidak butuh banyak penjelasan, tetapi kehadiran nyata yang membantu mereka,” tegasnya.
Faisol juga mengapresiasi capaian PKB Probolinggo yang berhasil meningkatkan suara dari sekitar 92 ribu pada Pemilu 2019 menjadi 132 ribu pada Pemilu 2024.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan bukti kerja kolektif seluruh struktur partai, mulai dari tingkat cabang hingga ranting.
Ia menegaskan, kekuatan PKB sejatinya berada di akar rumput.
“Kekuatan partai bukan di pusat, tapi di ranting dan PAC. Jika struktur bawah hidup, maka partai akan kuat,” katanya.
Lebih lanjut, Faisol mengingatkan empat arah politik PKB ke depan, yakni politik keadilan, politik pelayanan, keteladanan sikap, dan kepemimpinan.
Ia juga menekankan pentingnya kader untuk aktif menyelesaikan persoalan masyarakat secara langsung.
“Ukuran kader hari ini bukan yang paling sering hadir di acara, tetapi yang paling sering hadir menyelesaikan masalah rakyat,” imbuhnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kerja organisasi yang terstruktur, kerja nyata di tengah masyarakat, serta penguatan opini publik melalui media, termasuk media sosial.
“Kalau kita tidak menceritakan kerja kita, maka cerita itu akan diambil oleh pihak lain. Ini penting di era digital,” jelasnya.
Menutup arahannya, Faisol menegaskan bahwa persiapan Pemilu 2029 harus dimulai sejak sekarang.
Ia mendorong seluruh kader untuk meningkatkan kapasitas dan tidak hanya berorientasi pada kemenangan, tetapi juga kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Pemilu 2029 tidak dimulai nanti, tapi hari ini. Dari Muscab ini, dari kerja kita setelah ini. Kemenangan lahir dari kepercayaan, dan kepercayaan lahir dari kerja nyata,” pungkasnya.
Muscab PKB Probolinggo ini juga dihadiri jajaran pengurus DPP, DPW PKB Jawa Timur, anggota DPR RI dan DPRD, unsur Forkopimda, KPU, Bawaslu, serta perwakilan partai politik lainnya.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan kepengurusan yang solid dan siap membawa PKB semakin kuat di masa mendatang.
Penulis : Agus
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak