Foto: Petugas Polairud Polres Probolinggo Melakukan Pencarian
Foto: Petugas Polairud Polres Probolinggo Melakukan Pencarian
MEMOonline.co.id. Probolinggo- Seorang nelayan asal Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik akibat cuaca buruk di perairan Probolinggo.
Hingga Minggu (22/2/2026), korban masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan bersama warga setempat.
Korban diketahui bernama Mat Tinggal (62), warga Dusun Sembilangan 2 RT 09/02, Desa Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan. Saat kejadian, ia melaut bersama dua rekannya, H. Edi alias Ramli (62) selaku pemilik perahu dan Jupri (40).
Ketiganya berangkat dari TPI Kalibuntu sekitar pukul 15.30 WIB menggunakan perahu fiber KM Sinar Barokah Jaya untuk mencari cumi-cumi dengan jarak kurang lebih 3 kilometer ke utara dari bibir pantai.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Kasat Polairud Polres Probolinggo, AKP I Wayan Mulyana, peristiwa nahas itu terjadi saat mereka hendak kembali ke daratan.
Sekitar pukul 24.00 WIB, gelombang tinggi disertai angin kencang tiba-tiba menghantam perahu hingga terbalik dan menyebabkan badan kapal pecah di tengah perjalanan menuju TPI Kalibuntu.
“H Edi dan Jupri berhasil menyelamatkan diri dengan berenang menggunakan jerigen yang mengapung menuju arah pantai. Sementara korban atas nama Mat Tinggal ikut terbalik bersama perahu dan tidak muncul kembali ke permukaan,” ujar AKP I Wayan Mulyana.
Kedua saksi selamat tiba di daratan sekitar pukul 03.00 WIB dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa serta warga.
Aparat desa bersama unsur kepolisian kemudian melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk upaya pencarian.
AKP I Wayan Mulyana menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Probolinggo dan Basarnas Pos SAR Jember untuk melakukan operasi pencarian di sekitar titik koordinat yang diperkirakan berada di 7°42.215 S dan 113°24.149 E.
“Kami bersama instansi terkait dan masyarakat masih terus melakukan pencarian. Sampai saat ini korban belum ditemukan,” katanya.
Kepala Desa Kalibuntu, Haerol, juga membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut warga turut membantu proses pencarian sejak dini hari.
“Begitu mendapat laporan dari korban selamat, warga langsung bergerak melakukan penyisiran di sekitar perairan. Kami berharap korban segera ditemukan,” ucapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian masih berlangsung.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para nelayan di wilayah pesisir Probolinggo agar lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan selalu memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melaut guna meminimalisasi risiko kecelakaan di laut.
Penulis : Agus
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak