Foto : Abdul Halim meminta maaf
Foto : Abdul Halim meminta maaf
MEMOonline.co.id. Lumajang- Abdul Halim, warga Desa Sawaran Lor Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang Jawa Timur, datang ke Kantor Desa Sawaran Lor, Rabu (7/1/2026).
Dia bermaksud meminta maaf atas perilakunya, yang membuat gaduh atas postingan di akun sosial media, menciptakan framing, seolah - olah di internal pemerintahan Desa Sawaran Lor, sarat indikasi seputar pengelolaan anggaran Dana Desa.
Adul Halim berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Permintaan maaf itu terdokumentasikan dalam bentuk video, diterima Memoonline, Rabu (8/1/2026) siang.
"Saya Abdul Halim, dengan ini meminta maaf kepada Kepala Desa Sawaran Lor Didik Sawaran Lor dan warga Desa Sawaran Lor dengan semua kegaduhan yang saya sebabkan akibat postingan diakun tiktok gerakan rakyat. Dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi. Sekali lagi mohon maaf atas segala sesuatunya," ucap Halim.
Sebelumnya Abdul Halim memosting, diduga memesan atau merequest pada admin tiktok tersebut untuk suatu kepentingan. Namun perbuatannya dinilai tak berdasarkan, sehingga Halim pun meminta maaf atas kesalahpahaman.
Terpisah, Kepala Desa Sawaran Lor Didik Hermanto dikonfirmasi Memoonline, merespon bijak, tidak akan membawa peristiwa tersebut ke ranah hukum.
"Saya selaku orang yang dianggap bapak di desa Sawaran Lor memaklumi dan saya menganggap Abdul Halim adalah bagian dari warga saya. Maka dari itu, saya luruskan dengan kepala dingin dan diapun meminta maaf," kata Didik.
Pada prinsipnya Didik Hermanto berkomitmen, jika dirinya berpegang teguh pada asas kepemimpinan sesuai dengan tata pemerintahan dan perundang-undangan yang berlaku.
"Mengenai keterbukaan pengelolaan dana desa, masyarakat bisa melihat di baliho yang sudah kami pajang di depan kantor desa. Berapakah yang diterima dan alokasi nya kemana saja itu ada. Tidak ada yang kami tutupi. Ini amanah undang-undang dan tidak boleh dilanggar," imbuhnya.
Didik memgimbau, masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial. Sejatinya sebagai warga, jika ada sesuatu yang memang perlu disikapi, Didik membuka ruang selebar-lebarnya, ruang untuk masyarakat menyampaikan dengan tata laksana dan etika yang benar.
"Jangan menjustifikasi. Namun tidak apalah, ini saya anggap kritik dan masukan bagi kami untuk memperbaiki diri dalam memberikan yang terbaik untuk masyarakat di waktu kedepannya," tukas Didik.
Dilain sisi, sumbu api politik mulai terendus di lingkup Desa Sawaran Lor. Perhelatan dan persaingan kotor dengan metode menjatuhkan, mulai terendus. Dikabarkan, beberapa nama mulai menjadi buah bibir, bakal maju di kancah Pilkades di waktu mendatang.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak