Foto : SMAN 1 Lumajang nampak dari depan
Foto : SMAN 1 Lumajang nampak dari depan
MEMOonline.co.id. Lumajang- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Sekolah Menengah Atas (SMASA) Negeri 1 Lumajang, menuai keluhan dari kalangan wali siswa.
Membayar Rp. 250 ribu tiap siswa, menjadi pemantik. Kabar itu sampai ke redaksi Memoonline, Rabu (17/12/2025), tepat siang hari menjelang malamnya, kegiatan akan dilaksanakan.
Sumber pada media ini menyampaikan, pembayaran dikenakan pada seluruh siswa, mulai dari kelas X, XI dan XII. Pihak sekolah memberlakukan skema pembayaran menjadi beberapa tahap, yakni tahap I, tahap II dan tahap III, terakhir pada 10 November 2025 kemarin.
"Sebenarnya terlalu mahal pak. Kaget, tapi ya mau nggak mau bagaimana caranya bayar, khawatir dampaknya ke anak di sekolah," ucap sumber, meminta namanya tak dionlinekan dengan alasan keamanan.
Jajaran panitia, diduga didominasi oleh para guru di sekolah tersebut. Konfirmasi media ke Sekolah Menengah Negeri 1 Lumajang tak membuahkan hasil, Moh. Agus Wibisono, M.Pd tak kunjung menemui, meski dihari sebelumnya telah menjadwalkan.
Salah satu guru yang kala itu menjadi panitia, sempat mengiakan jika kegiatan peringatan HUT SMASA akan dilaksanakan pada Rabu (17/12/2025) malam.
"Besok kenapa pak, balik lagi. Sekarang sibuk nanti malam ada acara, itu ada pentas," ucapnya menunjuk ke arah pentas, lalu beranjak pergi.
"Iya saya panitia, tapi bukan ketua," imbuhnya.
Peristiwa ini memperkuat dugaan pungli dilingkungan sekolah, berkedok peringatan HUT. Ketika datang ke sekolah, media tidak menemukan adanya papan transparansi informasi, mengenai perolehan penarikan dan alokasi nya untuk keperluan apa saja.
Dilansir dari laman kemendikdasmen.go.id, jumlah siswa atau peserta didik di SMAN 1 Lumajang sebanyak 948 siswa, dengan rincian siswa laki-laki sebanyak 448 dan siswa perempuan sebanyak 500.
Jika dikalkulasikan, total hasil pengumpulan dana untuk kegiatan HUT ke 65, mencapai Rp. 237.000.000,00 (Dua Ratus Tiga Puluh Tujuh Ribu Rupiah), angka yang begitu fantastis untuk pelaksanaan sebuah pesta.
Terkini, informasi diterima, selain dibenahi untuk membayar Rp. 250 ribu, peserta didik juga dikenakan biaya mandiri khususnya yang tampil menggunakan kostum.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak