Warning! Dapur Makan Bergizi Gratis Tak Sesuai SOP Siap-Siap Ditutup

Foto: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang bidang Komunikasi Publik dan Investigasi (tengah. Sumber: kumparan).
629
ad

MEMOonline.co.id. Jakarta- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S. Deyang bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, menggelar konferensi pers di di Lantai 9 Badan Gizi Nasional, Jakarta, Jum’at (26/9/2025) kemarin.

Kegiatan itu dihadiri Prof. Dr. Ir. H. Hardinsyah, MS, Guru Besar Ilmu Gizi IPB University.

Nanik menegaskan, jika pihaknya bisa menutup dapur Makan Bergizi Gratis, jika tidak memenuhi standar SOP (Standard Operating Procedure), apalagi memiliki chef yang tidak bersertifikat.

“Kami juga sudah keluarkan surat kepada para mitra untuk segera, bukan segera. Kami memberikan batas waktu satu bulan untuk melengkapi SLHS (sertifikat laik hygiene sanitasi). Kemudian sertifikat halal dan sertifikat untuk penggunaan air yang layak pakai dalam waktu satu bulan,” ucap Nanik.

Nanik mencatat, ada 40 dari 45 dapur MBG ditutup untuk batas waktu yang tidak ditentukan sampai semua penelitian, baik investigasi maupun perbaikan-perbaikan sarana dan fasilitas rampung dilakukan.

Ia juga menjelaskan, apabila dalam waktu satu bulan itu ternyata para mitra Badan Gizi Nasional tidak memenuhi tiga hal ini (sertifikat laik higiene sanitasi, sertifikat halal dan sertifikat untuk penggunaan air yang layak pakai -red) maka pihak BGN akan menutup.

Berkenaan dengan chef nya yang harus bersertifikat, maka dalam dapur MBG, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus dipimpin oleh Chef yang bersertikasi, hingga Chef berjumlah dua orang, yang satu dari Chef BGN dan dari Chef mitra.

“Saya ulang kalau dalam satu bulan kepada para mitra di seluruh Indonesia kalau Anda semua tidak memenuhi/tidak mempunyai sertifikat SLHS, sertifikat halal dan juga sertifikat untuk kelayakan air yang bisa dikonsumsi kami akan menutup,” lanjut Nanik.

Dilain sisi, Nanik S. Deyang, menghentikan semua produk produk pabrikan, selama ini menurutnya meskipun orang baru muncul satu minggu yang sudah dihujani berbagai persoalan seperti saat ini.

“Saya sudah mengikuti. Waktu lebaran banyak sekali disuguhkan produk-produk pabrikan, kami akan menjalankan instruksi presiden bahwa dapur MBG ini adalah untuk membangkitkan ekonomi lokal bukan untuk memperkaya konglomerat pemilik pabrik roti,” tegasnya.

Tandas Nanik S. Deyang, tidak akan mentolerir pemakaian produk-produk pabrikan melainkan akan menggunakan produk-produk lokal. Roti-roti yang dibuat oleh ibu-ibu murid-murid yang diberikan makanan bergizi.

“Jadi roti itu nanti akan dibuat oleh ibunya dan rotinya akan dimakan anak-anaknya. Kami tidak akan menggunakan, kecuali ada susu yang dimana di dapur itu memang tidak ada peternakan susu, maka terpaksa untuk sementara kami bolehkan untuk menggunakan susu ke pasar, tapi untuk produk lain kami tidak akan mentolerir dan kami tidak akan memperlukan lagi,” tuturnya.

Nanik berkomitmen, akan memperbaiki seluruh SDM-SDM, SPPI, akan mengembalikan jam kerja untuk bergadang dan harus tidur di tempat, harus menunggu dapur sampai dari mulai pemilihan bahan baku sampai dengan distribusi.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata air legendaris Kabupaten Lumajang belakangan disorot pasca muncul wahana air berupa sewa ban pelampung, perahu...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep mulai memperketat regulasi pendirian toko modern guna melindungi keberlangsungan pasar tradisional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Sumenep menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep Masa Khidmat...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kekosongan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat perhatian serius dari...

Komentar