Oknum Komisioner Baznas Sumenep Diduga Jadi Dalang Utama Pungutan di Balik Meriahnya Madura Culture Festival 2025 Rp739 Juta

Foto: Acara Madura Culture Festival (MCF) 2025
1106
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep- Madura Culture Festival (MCF) 2025 yang digadang-gadang sebagai ajang budaya terbesar di Madura, kini tercoreng isu pungutan liar.

Seorang komisioner Baznas Sumenep bernama Sugeng diduga menjadi dalang utama di balik praktik pengumpulan dana yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Berdasarkan hasil penelusuran, Sugeng disebut aktif mengatur penarikan dana mulai dari sewa stand, iuran pengusaha rokok, hingga sponsor.

Padahal, sosok ini masih tercatat sebagai komisioner Baznas Sumenep.

Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman, membenarkan bahwa Sugeng masih aktif sebagai anggota lembaganya.

“Benar, Sugeng masih anggota Baznas Sumenep sampai sekarang,” katanya, Kamis (11/9/2025).

Namun ia menolak berkomentar lebih jauh terkait dugaan keterlibatan Sugeng dalam skandal MCF 2025 dengan alasan di luar kewenangan Baznas.

Dari data yang dihimpun, anggaran awal kegiatan MCF 2025 bersumber dari APBD Sumenep sebesar Rp310 juta.

Rinciannya, Rp200 juta untuk MCF, sisanya untuk kegiatan Madura Night Vaganza, Batik Festival, Festival Tembakau, Pamdas, dan Sweet Model.

Tak cukup dari APBD, Sugeng diduga memanfaatkan posisinya untuk menarik pungutan tambahan.

Stand peserta MCF disewakan dengan tarif bervariasi Rp800 ribu hingga Rp3 juta.

Dengan rata-rata Rp1,5 juta dari 146 stand, dana yang terkumpul diperkirakan mencapai Rp219 juta.

Selain itu, Paguyuban Pengusaha Rokok juga diminta menyetor Rp3 juta per pabrik.

Dengan jumlah sekitar 70 pabrik rokok di Sumenep, dana yang diperoleh diperkirakan mencapai Rp210 juta.

Jika dihitung total, dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp739 juta, belum termasuk sponsor dari SKK Migas, BPRS, dan RSUD yang diperkirakan bisa menembus angka Rp1 miliar.

Publik kini menyoroti keterlibatan oknum anggota Baznas dalam kasus ini.

Lembaga yang seharusnya fokus pada urusan sosial dan keagamaan justru dinilai tercoreng karena dugaan penyalahgunaan wewenang.

Desakan agar Baznas mengambil sikap tegas terhadap anggotanya pun semakin menguat.

Bahkan publik pun mempertanyakan: adakah Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang benar-benar masuk ke kas daerah dari gelaran MCF tersebut?

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Kasus pengeroyokan yang menimpa Senemi (59) warga Desa Sumberejo Kecamatan Sukodono Lumajang, polisi mengamankan dua...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah...

MEMOonline.co.id. Jember- Kabar membahagiakan untuk KPM karena stimulus bantuan kembali disalurkan oleh pemerintah Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat...

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Pemerintah Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional....

MEMOonline.co.id. Sumenep- Rokok MAKAYASA di bawah naungan PT Mahaputra Nusantara terus memperkuat jaringan pemasaran melalui program bertajuk...

Komentar