Foto: dr. Mohammad Haris (tengah) Bupati Probolinggo Pimpin Rakor Kecamatan SAE
Foto: dr. Mohammad Haris (tengah) Bupati Probolinggo Pimpin Rakor Kecamatan SAE
MEMOonline.co.id. Probolinggo- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) menggelar rapat koordinasi (rakor) Kecamatan SAE dan mapping potensi kecamatan di ruang Argopuro Kantor Bupati Probolinggo, Jum’at (22/5/2026).
Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris didampingi Ketua TP2D Kabupaten Probolinggo Khairul Anwar dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Probolinggo M. Sjaiful Efendi.
Kegiatan ini diikuti sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait bersama 24 Camat se-Kabupaten Probolinggo.
Sebelum sesi presentasi dimulai, Kepala Bapelitbangda Kabupaten Probolinggo Juwono P. Utomo memaparkan konsep dan tahapan penilaian Kecamatan SAE.
Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris mengatakan seorang Camat harus memahami kondisi riil wilayah secara menyeluruh agar mampu menjalankan peran sebagai pemimpin wilayah yang efektif.
“Sebelum kita bicara menganalisa problem dan persoalan, yang pertama harus dilakukan adalah betul-betul memahami kondisi riil di kecamatan masing-masing. Bagaimana bisa menjadi CEO wilayah kalau hal sederhana saja belum dipahami,” katanya.
Haris menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan berbasis data. Camat diminta memahami berbagai sektor strategis mulai dari kondisi infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga potensi UMKM dan ketahanan pangan.
“Kalau Anda tidak mengenal jumlah sekolah, kondisi kesehatan, potensi UMKM dan infrastruktur di wilayah sendiri, bagaimana bisa menjelaskan persoalan yang ada. Semua harus berbasis data,” tegasnya.
Dalam bidang infrastruktur, Bupati Haris mengaku masih menemukan Camat yang belum memahami data dasar terkait kondisi jalan di wilayahnya masing-masing.
“Saya tanya panjang jalan kabupaten di wilayahnya, berapa persen jalan mantap dan tidak mantap, banyak yang belum bisa menjawab. Padahal itu hal kecil yang seharusnya diketahui,” ujarnya.
Karena itu, Bupati Haris meminta seluruh Perangkat Daerah bersikap kooperatif dalam berbagi data kepada kecamatan agar Camat memiliki akses penuh terhadap data sektoral sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan.
Sejumlah Kepala OPD dan Camat dalam rakor Kecamatan SAE dan mapping potensi kecamatan. Selain penguasaan data, Bupati Haris juga menekankan pentingnya leadership atau kemampuan kepemimpinan bagi para Camat. Pemimpin harus mampu memahami potensi sumber daya manusia yang dipimpinnya.
“Leadership itu penting. Anda tidak akan bisa menggerakkan orang kalau tidak memahami potensi sumber daya manusia yang ada di bawah Anda. Akan lebih efektif punya sedikit personel tapi produktif daripada banyak orang tetapi tidak maksimal,” jelasnya.
“Orang sukses itu tidak hanya diukur dari kecerdasan. Kita selama ini terjebak pada tes IQ sebagai skala prioritas, padahal ada EQ, emotional quotient, bagaimana menjadi pemimpin yang disukai anak buah,” urainya.
Selain kecerdasan emosional, Bupati Haris juga menyoroti pentingnya spiritual quotient atau integritas dalam membangun kepercayaan bawahan dan masyarakat. “Masih ada spiritual quotient. Bagaimana Anda menjadi orang yang dipercaya, integritas dan spiritualnya itu juga menentukan,” terangnya.
Salah satu Camat saat memberikan presentasi konsep Kecamatan SAE dan mapping potensi yang sudah dilakukan di wilayahnya.
Menurut Bupati Haris, seorang pemimpin juga harus memiliki adversity quotient atau kemampuan bertahan menghadapi tekanan dan perubahan situasi agar mampu bangkit dari kondisi sulit.
“Orang hidup itu kadang di atas, kadang di bawah. Saat berada di bawah, apa yang bisa dilakukan agar kembali survive ke atas, itu kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin,” ungkapnya.
Penulis : Agus
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak