Tes Loyalitas Rasa Mesum, Bos Konter HP di Sumenep Diduga Buka Lowongan 'Uji Nyali Karyawan Versi Syahwat' di Hotel

Foto: Ilustrasi google
1005
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep- Kalau biasanya tes loyalitas dilakukan di ruang rapat atau lewat evaluasi kerja, lain cerita dengan bos konter HP ternama di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Pria yang sudah memiliki istri sah ini, justru memilih lokasi unik: hotel!

Bukan untuk seminar atau pelatihan, tapi katanya sih buat “uji mental dan kesetiaan pegawai”. Plot twist: ujiannya pakai rayuan, godaan, dan... ya, sensor dulu deh.

“Saya awalnya dikasih tahu mau dites mental. Kirain disuruh hafalin spesifikasi HP,” ujar Melati (nama samaran), mantan karyawan yang jadi korban. “Eh pas di hotel, dia mulai goda-goda sambil janjiin uang Rp1 juta.”

Tidak cukup sampai di situ, Bos konter hp bahkan menawarkan iPhone dan jabatan penting, dengan syarat: “tes loyalitas” harus dijalani dengan penuh pengabdian pribadi.

Publik Sumenep pun dibuat terheran-heran. “Ini tes loyalitas atau audisi film dewasa?” celetuk netizen di medsos. Ada pula yang menyebut si bos pakai “metode HRD ala-ala, tapi cabul.”

Padahal, secara tampilan, sang bos dikenal religius—baju koko, peci, dan kutipan ayat tiap pagi di status WA.

“Ternyata statusnya cuma filter,” kata warga sekitar sambil menyeduh kopi dengan tatapan kosong.

Kasus ini pun mencuat dan sedang ramai diperbincangkan. Warganet menuntut agar pihak berwenang segera menginvestigasi “program pembinaan” nyeleneh ala bos konter tersebut.

Berdasarkan data dan pengakuan salah satu korban, sebut saja Dahlia (nama samaran), dalam rekaman yang beredar terbatas, mengaku menerima perlakuan tak senonoh dari atasannya itu, diawali dengan kata “hanya mengetes loyalitas.”

“Saya tidak menyangka, orang yang selama ini terlihat sabar dan religius ternyata seperti itu,” ujar Dahlia dalam rekaman yang dikutip redaksi pada Sabtu (2/8/2025).

Namun seiring waktu, “tes” itu berkembang menjadi ajakan ke hotel yang dibungkus dengan janji jabatan dan uang. si Bos bahkan disebut menawarkan sejumlah uang—Rp1 juta—kepada Dahlia sebagai bentuk “penghargaan” jika bersedia menuruti permintaan tak pantas tersebut.

Kesaksian serupa juga datang dari pegawai aktif berinisial N, yang dikenal dekat dengan si Bos.

Dalam rekaman pengakuannya, N mengungkap bahwa perlakuan serupa juga pernah dialami oleh pegawai lain, termasuk T, yang pernah diajak ke luar kantor dengan alasan survei usaha, namun situasinya berubah menjadi tidak profesional di tengah jalan.

“Katanya T juga pernah diajak ke hotel. Saya bingung, karena mereka cerita ke saya semua. Saya harus jaga rahasia, tapi juga ingin mereka aman,” ujar N.

Menariknya, N mengaku tak pernah menjadi korban langsung, karena si Bos merasa “aura” N berbeda.

“Dia bilang gak berani ngajak saya, karena dari wajah dan cara bicara saya kelihatan beda,” tutur N.

N juga menuturkan bahwa Sugiono sempat melarang pegawai lain menekan Dahlia, karena khawatir rahasia kelamnya terbongkar.

Bahkan, ia menyalahkan Dahlia karena dianggap “memberi respons positif” atas ajakan awal.

“Dia bilang awalnya cuma ngetes. Tapi karena Melati (nama samaran lain) mau, ya diterusin,” ungkap N.

Kasus ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk kalangan aktivis perlindungan perempuan.

Siti Nurhasanah, aktivis di Madura, menyebut kasus ini sebagai bentuk kekerasan seksual berkedok relasi kuasa di lingkungan kerja informal.

“Ini bukan masalah pribadi. Ini kejahatan seksual yang memanfaatkan posisi dan fasilitas. Aparat harus segera bertindak, jangan tunggu viral baru bergerak,” tegasnya.

Ia juga mendorong korban lainnya untuk berani bersuara, demi memutus rantai kekerasan seksual di sektor kerja yang minim pengawasan.

Tokoh masyarakat setempat menilai skandal ini sebagai tamparan bagi dunia kerja informal.

“Jangan anggap remeh. Harus ada efek jera agar kasus seperti ini tidak menjalar,” Pungkasnya.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata air legendaris Kabupaten Lumajang belakangan disorot pasca muncul wahana air berupa sewa ban pelampung, perahu...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep mulai memperketat regulasi pendirian toko modern guna melindungi keberlangsungan pasar tradisional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Sumenep menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep Masa Khidmat...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kekosongan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat perhatian serius dari...

Komentar