Foto: Screenshot video percekcokan. Nampak gagang celurit di ketiak sebelah kiri orang yang mengaku memperoleh perintah
Foto: Screenshot video percekcokan. Nampak gagang celurit di ketiak sebelah kiri orang yang mengaku memperoleh perintah
MEMOonline.co.id, Lumajang- Beredar video singkat ribut/adu mulut dua orang pria di kawasan perkebunan PT. Kalijeruk Baru Kecamatan Randuagung Lumajang, seperti diterima media ini, Jum'at (1/8/2025).
Video berdurasi 23 detik itu, menggambarkan aktivitas dikawasan perkebunan ditentang/diberhentikan. Dua orang pria adu mulut.
Dihimpun memoonline, dua orang dalam rekaman video tersebut, merupakan warga setempat, dan orang suruhan dari pihak diduga penyewa lahan perkebunan.
"Itu kejadiannya sekitar dua pekan lalu pak. Itu kan ada dua orang tengkar. Itu yang satunya orangnya penyewa (yang bilang diperintah itu) dan satunya lagi warga pak," ucap sumber pada media ini.
Sumber mengutarakan, mulanya orang yang mengaku memperoleh perintah, membabat kebun singkong yang ditanam warga. Dicegah hingga berujung percekcokan.
"Foto-foto terkini ada pak," imbuhnya.
Berikut adu mulut dalam video, dikutip media ini :
Warga : Kalau antar teman itu tak usah ikut-ikutan," ucapnya dengan nada tersengal, sambil menghalau pria lain, sehingga camera tertelungkup ke bawah, namun posisi rekam aktif.
Pria diduga suruhan : Wong ini perintah ini pak.
Warga : Tidak, jangan ikut - ikut ini. Soalnya sama-sama islamnya.
Menurut warga, situasi perkebunan akan menjadi permasalahan besar, jika aktivitas perkebunan terus memaksa dan mengenyampingkan hak warga.
Lahan singkong yang diakui ditanam oleh warga diwaktu sebelumnya, dibabat habis, diduga akan dijadikan lahan ditanami tebu.
Konflik horizontal, mulai terjadi. Pihak pemangku kewenangan diminta tak main - main menyikapi, menghindari konflik semakin melebar.
Dilain sisi, merujuk tempat kejadian di kawasan perkebunan PT. Kalijeruk Baru, Mayo Walla Dirut perkebunan, dihubungi media ini, masih saja bungkam.
Penulis : Mas Her
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak