Foto: Kepala Bakesbangpol Sumenep, Drs. Achmad Dzulkarnain saat menerima Duplikat Teks Proklamasi dan Bendera Pusaka Dari BPIP
Foto: Kepala Bakesbangpol Sumenep, Drs. Achmad Dzulkarnain saat menerima Duplikat Teks Proklamasi dan Bendera Pusaka Dari BPIP
MEMOonline.co.id, Sumenep- Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, SH., MH., menerima duplikat Teks Proklamasi dan Bendera Pusaka dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Jakarta sebagai bentuk kesiapan pelaksanaan peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Acara tersebut berlangsung di Gedung Balai Samudra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Rabu, 7 Agustus 2024, dan Bupati didampingi oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep, Drs. Achmad Dzulkarnain.
Penyerahan duplikat Bendera Pusaka dilakukan langsung oleh Kepala Bakesbangpol Sumenep, Drs. Achmad Dzulkarnain, yang didampingi oleh perwakilan Paskibraka 2024, Ahmat Zaki, siswa SMA Negeri Bluto Sumenep, serta satu alumni Paskibraka 2023.
Menurut Achmad Dzulkarnain, prosesi penyerahan duplikat bendera pusaka ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI.
"Kemarin, Bapak Bupati juga menerima duplikat Teks Proklamasi 1945. Kami siap untuk merayakan Hari Kemerdekaan ke-79 pada tahun 2024 dengan tema 'Nusantara Baru, Indonesia Maju'," ujarnya, Jumat (9/8/2024).
Dalam perayaan HUT ke-79 Kemerdekaan RI tahun ini, Bakesbangpol mengajak seluruh masyarakat untuk merayakannya dengan semangat kemerdekaan, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, dan menunjukkan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Sebagai bangsa yang besar, kita harus bangga dan semangat dalam merayakan Kemerdekaan RI dengan mengibarkan bendera merah putih di rumah masing-masing sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan," tambah Dzulkarnain.
Selain itu, Dzulkarnain juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara, serta menjaga kerukunan dalam bermasyarakat.
"Kerukunan adalah bagian dari cara kita merawat Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Kita tidak perlu lagi mengangkat senjata, tetapi harus terus menciptakan kedamaian dan hidup rukun satu sama lain," pungkasnya.
Penulis : Alvian
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak