Banyak Menuai Konflik, Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Mrawan- Jember Jadi Sorotan Warga

Foto: Kondisi proyek rehabilitasi jaringan irigasi bagian depan
1580
ad

MEMOonline.co.id, Jember- Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi di D.I Kebun Gunung, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dengan sumber dana dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran (TA) 2023, Nilai kontrak Rp. 144.900.000, dan jangka waktu 13 November- 17 Desember.

Dari keterangan sejumlah warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasi, tidak sedikit warga ini mengungkapkan rasa kesal dan kekecewaan mereka terkait kondisi fisik proyek Irigasi dimaksud.

“Tentu kami sangat kesal dan kecewa besar karena kondisi fisik proyek itu tidak sesuai harapan kami. Lihat sendiri lah ke lokasi, biar kami antar kalian ke lokasi. Kemaren sempat banjir,” kata inisial AH.

Oleh Sebab itu, warga berharap dari pihak dinas terkait secepatnya turun dan cek proyek yang dikerjakan.

Hal senada juga dikatakan oleh inisial AR, jika posisi tersempit seharusnya pasangan tersebut dilakukan pelebaran, tujuannya agar terhindar dari kecelakaan.

"Kamaren pas hujan airnya meluap ke jalan paving, bahkan sempat tak video," Inisial AR

Lebih lanjut, Terkait dugaan tersebut diminta kepada pihak terkait Kejaksaan ada Kepolisian agar turun tangan melakukan audit, tegas Warga setempat.

"Syukur-syukur dari pihak terkait yang menangani bisa turun dan cek langsung kualitas proyek," pintanya.

Data yang dihimpun dari berbagai sumber, sebelum pembangunan warga beserta pemerintah desa sempat mengadakan pertemuan dengan pihak terkait.

Pertemuan yang melibatkan warga setempat dengan pihak terkait yakni kesepakatan bersama, tentang rencana proyek yang akan di kerjakan. Namun hal itu tidak sesuai harapan.

Disisi lain, kepala desa (kades) Mrawan Salim saat ditemui awak media dikediaman menjelaskan Proyek rehabilitasi jaringan irigasi di D.I Kebun Gunung, Desa Mrawan itu bukan milik desa.

"Terkait pembangunan irigasi itu bukan milik desa, tapi milik pengairan, sebelum dibangun emang pernah dirapatkan dengan warga," pungkasnya. Senin (20/11/202).

Penulis     :    Zainullah

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata air legendaris Kabupaten Lumajang belakangan disorot pasca muncul wahana air berupa sewa ban pelampung, perahu...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep mulai memperketat regulasi pendirian toko modern guna melindungi keberlangsungan pasar tradisional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Sumenep menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep Masa Khidmat...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kekosongan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat perhatian serius dari...

Komentar