Jadi Sekolah Penggerak, SMA Muhammadiyah I Sumenep Terapkan Pendidikan Karakter Pada Siswa

Foto: Plt Direktur Sekolah Menengah, Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kementerian Pendidikan Republik Indonesia, Winner Jihat saat mengunjungi SMA Muhammadiyah 1 Sumenep
1800
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Plt Direktur Sekolah Menengah, Ditjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kementerian Pendidikan Republik Indonesia, Winner Jihat Akbar melakukan kunjungan sekaligus pembinaan ke sejumlah Sekolah di Kabupaten Sumenep, salah satunya di SMA Muhammadiyah Sumenep, Rabu (2/8/2023) kemarin.

Dalam kunjungannya ke SMA di Sumenep, Jihat menekankan kepada seluruh dewan guru dan tenaga pendidik untuk terus memacu semangat belajar para siswa dengan mengedepankan karakter building pada setiap anak didik, sehingga siswa memiliki rasa tanggung jawab.

Demikian hal itu disampaikan Plt Direktur SMA, Dirjen PAUD, Dikdas dan Dikmen Kementerian Pendidikan RI Winner Jihat Akbar, yang ditirukan Kepala SMA Muhammadiyah Sumenep, Damayanti, S.Si.

Kepala SMA Muhammadiyah Sumenep Damayanti, menyampaikan, pihaknya bersama dengan para guru dan komite sekolah memberikan pembinaan karakter Building kepada semua siswa dan siswi.

"Karakter Building ini merupakan suatu proses pembinaan siswa dengan membentuk tabiat, watak, sifat kejiwaan, akhlak para siswa menuju perangai dan tingkah laku yang baik dan positif," katanya.

Menurut Damay sapaan akrabnya, dengan pembinaan karakter maka siswa/i akan berprilaku baik, mandiri dan disiplin, dan dipastikan dampaknya pun akan menjadi bagian dari penyemangat siswa itu sendiri.

"Contohnya, apabila siswa telat masuk sekolah bukan takut untuk di hukum tapi takut menjadi kebiasaan terlambat ketika sekolah. Dan jika ada tugas, bukan lagi persoalan takut hukuman sekolah, namun bagaimana dia sudah merasa memiliki tanggung jawab pada dirinya sendiri" terangnya.

Kepala SMA Muhammadiyah itu menegaskan, mindset kedisiplinan harus ditanamkan kepada anak didik sejak dini, sehingga kedisiplinan bukan dikarenakan takut kepada guru atau takut di hukum, akan tetapi merupakan bentuk tanggung jawabnya.

"Pendidikan karakter dan kemandirian merupakan bentuk implementasi penerapan kurikulum merdeka. Dan ke depan para anak didik akan semakin mampu membawa dirinya kepada yang lebih baik," ungkapnya.

Disisi lain ketika disinggung adanya zonasi, Damayanti sedikit mengeluh dengan sistem yang saat ini diberlakukan, sehingga berdampak kepada sejumlah sekolah yang ada, dia lalu kemudian menyampaikan, jumlah Rombongan belajar (Rombel) di SMA Muhammadiyah Sumenep dari kelas X sampai kelas XII hanya ada enam ruang.

"Dulu sebelum penerapan zonasi, kami setiap tahunnya bisa 6 sampai 8 kelas, jadi kalau ditanya tentang zonasi ini, ya zonasi sangat berdampak kepada kami," bebernya.

Kendati demikian, Damayanti tetap bertekad untuk menunjukkan kualitas dan menghasilkan prestasi bagi para anak didiknya, sehingga mampu memiliki daya saing dengan sekolah-sekolah lainnya yang ada di Kabupaten Sumenep.

"Alhamdulillah, SMA Muhammadiyah I Sumenep dapat mengantarkan beberapa siswa lulus di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tanpa tes dan masuk ke Kedokteran dan farmasi serta universitas lainnya," pungkasnya.

Penulis     :    Gita Larasati

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Probolinggo- Sebanyak 761 anak yatim dibawah usia 11 tahun memadati Masjid Raudlatul Jannah Kota Probolinggo, Kamis (25/6/2026)...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Sebagai wujud komitmen dalam melaksanakan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PG Djatiroto bersama Kebun...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Sebuah badan usaha bernama CV Serayu Agro Mandiri yang beralamat di Jalan Raya Randuagung, Dusun Curahtekor, Desa...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Achmad Dzulkarnain, bergerak cepat menindaklanjuti...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Fakta terbaru terungkap setelah media mewawancarai Ery Dyahyu Cahyani, Kepala Bidang Koordinasi Wilayah (Korwil)...

Komentar