Foto: Raden Mas Demang Zaenuri MP
Foto: Raden Mas Demang Zaenuri MP
MEMOonline.co.id. Sumenep - Dunia perdemoan di kabupaten Sumenep tahun ini dan yang akan datang kelihatannya semakin marak. Kali ini demo yang akan digelar besok terkait penutupan Galian C di kantor DPRD dan Polres Sumenep.
Pokok persoalan yang melatarbelakangi demo tersebut adalah penutupan Galian C. Mereka yang melakukan demo itu tujuannya menolak dan menuntut agar tambang galian C di kabupaten Sumenep dilegalkan. Itu saja dan bukan soal yang lain. Mereka tidak lagi berfikir dampak negatif yang dilakukan selama ini.
Bagi saya yang menarik untuk diperhatikan adalah : Siapa saja yang ikut jadi peserta demo ? Penambang, kah ?
Jika benar, lalu siapa penambangnya (pekerja) ? Penambang itu tak jauh beda dengan saudara kita yang bekerja jadi buruh tani. Mereka pasti tidak tahu istilah "aspirasi", apalagi mau demo ? Mereka tahunya hanya kerja dan besok makan apa. Ya begitulah hakekatnya wong cilik.
Lalu siapa yang demo besok itu ? Apakah mereka itu penambang dalam artian Bos tambang ?
Kecil kemungkinan Bos tambangnya ikut bergabung dalam barisan demo. Yang hadir paling anak buah dan jaringannya. Selebihnya hanya warga yang tidak tahu pokok masalahnya tapi diajak ikut.
Pertanyaan selanjutnya : Jika tambang Galian C itu ditutup oleh pemerintah, mengapa mereka tetap menuntut dilegalkan ? Pasti ada sesuatu yang membuat mereka berani menentang atau melawan keputusan pemerintah. Sesuatu itu menurut saya adalah "Beking" aksi demo.
Setelah saya telusuri, Bekingnya demo itu politisi dan oknum APH. Bahkan saya akan mengadukan politisi tersebut ke pimpinannya.
Atas penelusuran saya tersebut, kesimpulan saya : "Pantesan mereka berani melakukan demo ke kantor DPRD".
Ndak percaya ? Silahkan telusuri sendiri !!!
Penulis : Raden Mas Demang Zaenuri MP
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak