Diduga Imbas Galian C Ilegal, Sejumlah Rumah di Desa Kasengan - Sumenep Nyaris Roboh

Foto: Kondisi rumah warga disekitar galian c ilegal
1655
ad

MEMOonline.co.id. Sumenep - Maraknya pembukaan lahan baru Galian C ilegal yang sejak setahun terakhir beroperasi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, sejak beberapa tahun terakhir, menyebabkan sejumlah fasilitas umum (fasum) yang ada di sekitar tambang tersebut, mengalami kerusakan cukup parah.

Seperti yang terjadi di Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Sumenep, sejumlah rumah warga yang ada disekitar galian c ilegal, nyaris roboh rata dan dengan tanah.

Tidak cuma itu, akses jalan penghubung antara kecamatan dengan kabupaten amblas beberapa centi meter.

Hal itu tentu sangat membahayakan bagi pengguna jalan, disepanjang jalan dekat galian c ilegal ilegal itu.

Hal itu diduga dampak dari adanya galian C ilegal yang beroperasi selama bertahun-tahun.

Berdasarkan pantauan di lapangan, empat rumah hingga saat ini terancam roboh dan atapnya disanggah dengan menggunakan kayu atau bambu. Sementara puluhan lainnya, mengalami retak-retak yang kondisinya sudah cukup parah.

Salah seorang warga sekitar dengan inisal Z mengatakan, dampak galian C ilegal sebenarnya sudah cukup lama dirasakan.

Bahkan, meskipun tambang ilegal di sekitar lokasi sudah tak lagi beroperasi. Namun, hingga saat ini dampaknya masih sangat terasa dan sangat membahayakan bagi masyarakat sekitar.

"Kalau pengerjaan galian C-nya memang sudah berhenti. Tapi lihat saja dampaknya sampai saat ini, rumah-rumah banyak yang mau roboh," ungkapnya, saat dikonfirmasi oleh sejumlah media, Rabu (4/4/2023).

Ia menjelaskan, kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh galian C ilegal sudah semakin parah.

Sebelumnya, diketahui sepanjang 200 meter tanah di atas bukit, berjarak sekitar 50 meter dari lokasi galian C pecah dan ambles, dengan kedalam sekitar 1 sampai 3 meter.

Tak sampai disitu, saat hujan turun dengan intensitas yang tinggi, selalu terjadi bencana alam seperti banjir, longsor dan pohon tumbang.

Namun sayangnya, menurut Z para pemilik tambang galian C seolah mengabaikan kerusakan lingkungan dan keselamatan penduduk sekitar.

"Ini sangat parah dampaknya. Karna dari dulu dibiarkan begitu saja. Padahal dampaknya dulu sudah ada longsor, pohon tumbang tapi masih dilanjutkan operasi galian C-nya," lanjutnya.

Dia menambahkan, kondisi bangunan yang memprihatinkan tersebut, menimbulkan ketakutan tersendiri dalam benak warga. Karena khawatir rumahnya tiba-tiba akan roboh dan mengancam keselamatannya.

Bahkan, para pemilik rumah yang kondisinya nyaris roboh, saat ini sudah tidak lagi menempati rumahnya. Sedangkan, beberapa lainnya memilih untuk mengungsi di tempat lain saat malam hari tiba.

"Kalau sudah begini, rumah tidak bisa ditempati, warga mengungsi. Lalu siapa yang akan mengambil tanggungjawab," tandasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Sumenep Ernawan Utomo mengatakan, jika galian C di daerah tersebut ilegal, bisa segera dilaporkan ke pihak berwajib.

Kendati demikian, dia meminta untuk melaporkan bahwa beberapa rumah di Desa Kasengan, Kecamatan Manding itu nyaris rusak akibat galian C ilegal, maka harus memiliki argumentasi dan alibi yang kuat.

"Monggo dilaporkan kepada yang berwajib kalo galian C tersebut illegal. Bahwa rumah di Kasengan nyaris roboh akibat galian C tolong argumentasinya atau alibi haruss kuat," tandasnya.

Penulis     :    Alvian

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Lumajang- Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar acara 'Gala Dinner' melibatkan perwakilan partai politik peserta pemilu,...

MEMOonline.co.id, Sumenep- Kasus dugaan pencabulan oknum guru SD terhadap puluhan siswinya di Desa Kebunagung, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep,...

MEMOonline.co.id, Sumenep- Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep melalui Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Moch. Indra Subrata, SH.MH memberikan...

MEMOonline.co.id, Jember- Dalam rangka mengimbangi Operasi Puri Agung 2024, yang bertujuan untuk pengamanan World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali,...

MEMOonline.co.id, Sumenep- Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, SH, MH, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas pelayanan Poli Terpadu di...

Komentar