Foto: Wakil Bupati Sumenep Nyi. Hj. Dewi Khalifah bersama Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Sumenep Ali Afandi ketika mengunjungi Bazak Kreativitas 2023 yang diadakan MKKS
Foto: Wakil Bupati Sumenep Nyi. Hj. Dewi Khalifah bersama Plt. Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Sumenep Ali Afandi ketika mengunjungi Bazak Kreativitas 2023 yang diadakan MKKS
MEMOonline.co.id. Sumenep - Maraknya kasus pelecehan seksual terhadap anak dibawah yang terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, akhir-akhir ini, membuat wakil Bupati Sumenep Nyi Hj. Dewi Khalifah geram.
Apalagi, kasus tersebut menimpa anak didik yang masih di bangku sekolah dasar.
Sebab menurutnya, sungguh sangat miris jika tenaga pendidik yang seharusnya memberikan perlindungan dan contoh yang baik, malah berbuat asusila kepada anak didiknya.
Untuk itu dirinya terus melakukan sosialisasi agar kasus kekerasan seperti ini tidak terus berulang.
"Kita sudah lakukan sosialisasi tentang kekerasan seksual. Agar tercipta sinergitas untuk memberantas terjadi kembali kasus yang sama," imbuhnya.
Wabup menjelaskan, pada korban kekerasan seksual dirinya mendukung pendampingan penuh dan privasinya dilindungi agar tidak mempengaruhi masa depannya nanti.
"Kalau kita melindungi korban, tidak akan ada lagi korban yang takut untuk melapor," tuturnya.
Untuk itu dirinya berharap kepada masyarakat agar pro aktif untuk melapor jika ditemukan adanya kekerasan seksual di sekitar tempat tinggalnya.
"Kami akan berupaya memberikan perlindungan sampai di tingkat pengadilan," pungkasnya.
Selain itu dirinya juga mengajak masyarakat untuk memberikan edukasi kepada anak dibawah umur untuk menjaga alat reproduksinya agar jangan sampai di sentuh oleh orang lain.
Sementara melihat adanya kasus asusila yang terjadi Wabup menegaskan agar jangan sampai masyarakat mengintimidasi lembaganya. Sebab menurutnya perbuatan keji seperti itu karena kesalahan oknum bukan lembaga.
Penulis : Gita Larasati
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak