Foto: Dominggus Yable
Foto: Dominggus Yable
MEMOonline.co.id, Papua Barat - Tautan berita di bawah ini menunjukkan indikasi memprihatinkan makin tergusurnya keterwakilan Orang Asli Papua (OAP) dalam peran legislatif.
Sebagai warga OAP, kita harus selalu sadar bahwa era saat ini penuh kompetisi dalam berbagai lini, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan politik.
Itu artinya, dalam konteks politik, kaderisasi politik OAP harus berlangsung dalam pola yang strategis, berbasis kompetensi, berbasis keteladanan dan berorientasi jangka panjang.
Dengan demikian, lanjutnya, stok kader politik OAP akan sangat cukup bersaing dalam gelanggang politik lokal dan nasional.
Dalam konteks kebijakan otonomi khusus (Otsus), Pemerintah Pusat harus mutlak memperhatikan urgensi dari ironisme ini.
"Agar supaya hak berdikari OAP di tanahnya sendiri tidak akan termarginalisasi," ungkap Dominggus Yable Ketua Repdem Provinsi Papua Barat, Rabu (18/1/2023) pagi.
"Tentunya ini, merupakan komitmen Pemerintah Pusat dalam implementasi Otsus yang bertanggung-jawab dan berkeadilan. Konsensus keadilan berbangsa yang menjadi salah satu detak jantung Pancasila jangan hanya sekedar 'Retorika'," jelas Dominggus.
"Konsensus keadilan Pancasila harus membumi di setiap jengkal bumi Cendrawasih," tegas Dominggus Yable yang juga aktivis OAP ini memungkasi.
Penulis : Bambang
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliya