Meski Alot, Personil SatBrimob Polda Metro Jaya Akhirnya Berhasil Selamatkan Balita Korban Sandera Ayahnya di Depok

Foto: Detik-detik Penyelamatan Sandera
1185
ad

MEMOonline.co.id, Depok - Meski berlangsung cukup alot, personil Satuan Brimob Polda Metro Jaya akhirnya berhasil menyelamatkan balita perempuan usia 3 tahun yang disandera ayahnya di Kelurahan Cilodong Sukmajaya Depok, Rabu (11/1/2023) sekira pukul 04.00 WIB.

Dari keterangan yang berhasil dihimpun oleh wartawan menyebutkan bahwa informasi adanya balita disandera diketahui dari adanya laporan Polsek Sukmajaya dan Polres Depok.

Mendapat informasi tersebut, Danden Gegana Kompol Tabrani SE, SIK bersama Dansubden Wanteror dan 3 anggota Wanteror yang sedang standby pengamanan penangkapan Gubernur Papua Lukas Enembe di RSPAD Kelurahan Sukmajaya Depok langsung menuju lokasi penyanderaan.

Sedangkan, 8 orang anggota Subden Wanteror berangkat dari Mako.

"Situasi saat itu cukup genting. Pelaku menempelkan sangkur di leher putrinya," kata Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombespol Gatot Mangkurat Putra P.J. S.I.K kepada wartawan, Rabu (11/1/2023) siang.

"Saat itu pisau yang ditempelkan di leher menyebabkan sandera menangis terus menerus. Polisi sudah mencoba membujuk pelaku, tetapi tidak berhasil," terang Gatot.

"Pelaku bahkan terlihat kalap dan mengancam hendak menebaskan sangkur yang menempel pada leher anaknya," jelasnya.

Selanjutnya, Kabag Ops Satbrimob PMJ AKBP Budi Hidayat,S.I.K dan Danden Gegana PMJ Kompol Tabrani, S.E.,S.I.K. berkoordinasi dengan Kasubdit Jatanras dan Kapolsek Sukmajaya untuk teknis penindakan terhadap tersangka.

"Kami putuskan untuk menunjuk 4 anggota Wanteror yaitu AKP Nanang Suhasto SH, Bripda Ongky, Bripda Alif dan Bharaka Oktabri untuk Entry ke kamar tengah dimana tersangka dan sandera berada," tutur Kombespol Gatot Mangkurat.

Sekitar pukul 03.00 dini hari, lanjutnya, empat anggota Wanteror sudah bersiap masuk dan standby di depan kamar tersangka, menunggu aba-aba dari Dansubden Wanteror AKP Nanang Suhasto yang memonitor pergerakan pelaku melalui jendela kamar dan menunggu situasi tersangka lengah.

Sejam kemudian, lanjut Gatot Mangkurat, terlihat tersangka berada setengah meteran dari posisi sandera dan sedang melaksanakan aktifitas membongkar tas yang dibawa tersangka.

"Tanpa menunggu lama, AKP Nanang Suhasto memberikan kode kepada ketiga anggota Wanteror yang sudah  bersiap masuk di depan kamar, kemudian Bharaka Oktabri masuk dengan cara terlebih dahulu melemparkan kain ke muka tersangka untuk mengalihkan perhatian," ungkap Gatot Mangkurat.

Usai memberikan shock terapy terarah dan terukur dengan menendang kepala tersangka dengan lutut, beber Gatot, kemudian Bripda Onky dan Bripda Alif segera memborgol tangan dan kaki tersangka dibantu anggota Polres Depok yang kemudian ikut masuk.

"AKP Nanang berhasil mengamankan pisau yang dibawa tersangka dan mengamankan sandera," tukas Kombespol Gatot Mangkurat.

Diakuinya, karena pelaku merupakan ayahnya sendiri maka polisi melakukan soft approach. 

"Kita datangkan orang yang dia kenal, yaitu adiknya, untuk negosiasi," imbuhnya.

Proses negosiasi berlangsung sejak Selasa (10/1) pukul 22.00 WIB, hingga akhirnya polisi berhasil menyelamatkan balita tersebut pada Rabu (11/1/2023) sekitar pukul 04.00 WIB.

"Setelah 6 jam kurang lebih, akhirnya bisa kita selamatkan tanpa kekerasan. Korban selamat, pelaku juga tidak terluka," pungkasnya.

Penulis : Bambang/Don

Editor      : Udiens

Publisher : Syafika Auliya

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep - Berbagai penolakan terus dilakukan dengan berbagai cara oleh warga Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten...

MEMOonline.co.id. Jember - Pos Indonesia dipercaya pemerintah untuk menyalurkan Program...

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Pelatih anyar Madura United terlihat sudah semakin intens menjalankan pelatihan-...

MEMOonline.co.id. Jember - Rumah Sakit Daerah (RSD) dr Soebandi bekerja sama dengan RSUD Soetomo...

MEMOonline.co.id. Sumenep - Sejumlah even yang menjadi agenda Pemerintah Kabupaten (Pemkab)...

Komentar