Proyek Pengurangan Resiko Bencana Gunung Api di Lumajang Potensi Konflik Jika BBWS Brantas Slow Respon

Foto : Alat berat beraktivitas di lokasi proyek, sumber : warga
159
ad

MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, diprediksi bakal berhadapan dengan warga.

‎ ‎Bukan tanpa sebab, proyek raksasa dibawah naungan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air itu,  disebut warga terlaksana melewati lahan milik warga, bahkan secara administratif warga bisa membuktikan dengan adanya sertipikat hak milik.

‎ ‎Nur Afandi Koordinator Lapangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas mengaku telah mendeteksi hal itu sejak awal.

‎ ‎Nur Afandi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran kepala dusun di desa setempat untuk mengumpulkan data dimaksud.

‎ ‎"Ada wacana pembebasan lahan. Itu sudah kami sampaikan ke Brantas sebagai respon respon cepat. Ada asap, segera kami sampaikan sedianya tidak sampai muncul api," kata Nur Afandi, di hari sebelumnya.

‎ ‎Juga Nur Afandi menerangkan, sosialisasi yang sebelumnya di lakukan di Kecamatan Candipuro, belum ada penentuan atau rencana batasan lahan.

Pihaknya masih berstatemen jika pelaksanaan proyek tak melewati lahan warga, hanya alat yang menurutnya numpang atau titip di lahan milik warga.

‎ ‎"Jadi ketika membangun alatnya numpang di tanah masyarakat. Kasun kami minta ambil data, informasi sudah di kirim ke Brantas," imbuhnya.

‎ ‎Ia berjanji secepatnya bakal mengumpulkan warga sedianya menunggu waktu untuk berproses.

"Jadi program pembebasan lahan tetap berjalan. Namun, kami memohon waktu dan teman-teman yang bekerja mohon didukung," imbuhnya.

‎ ‎Proyek tersebut dinamai Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan Project - Package (Pengurangan Resiko Bencana Gunung Berapi), sumber dana berasal dari  JICA Loan IP-590 dengan penyedia jasa Abipraya - Artamas, KSO berikut tercatat waktu pelaksanaan selama 730 hari kalender.

‎ ‎Pantauan media, pelaksanaan proyek saat ini sudah mulai berjalan. Ada beberapa alat berat nampak beraktifitas.

‎ ‎Nur Holik, warga setempat berpendapat, sedianya BBWS Brantas merespon cepat fonomena yang terjadi.

Ia khawatir ada gerakan dari warga lantaran khawatir lahannya bakal hilang terlebih ditegaskan,  terkini pemilik lahan dengan sertipikat hak milik, tercatat aktif membayar pajak.

‎ ‎"Pada dasarnya kami mendukung proyek yang bakal dilaksanakan itu. Akan tetapi, kami betul berharap, pihak BBWS Brantas tidak atau jangan mengenyampingkan sisi-sisi lain yang cenderung berpotensi," papar Holik.

‎ ‎Menurut Holik, cara pandang dan tingkat berfikir masyarakat tentu berbeda jika dibandingkan dengan pihak BBWS Brantas. "Masyarakat tetap mengacu pada ganti untung melalui tahapan-tahapan duduk bersama.

Jadi, terjadi keseimbangan emosional didalamnya dan sedianya kesepakatan terjadi sehingga fase pelaksanaan dipastikan tidak akan menemui hambatan diperjalanan," pungkasnya.

Penulis     :    Mas Her

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggelar upacara peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 di halaman...

MEMOonline.co.id. Sumenep- SMA Nahdlatul Ulama (SMA NU) Sumenep resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah 2026 di...

MEMOonline.co.id. Malang- Fitrah Fadhihilah Rahman, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), mengajak masyarakat Madura menjadikan budaya...

MEMOonline.co.id. Kota Batu- Polres Batu ditunjuk Polda Jawa Timur sebagai lokasi uji petik program asistensi Bhabinkamtibmas melalui Omah Rembug,...

Komentar