Masuk Musim Tanam, Petani di Sampang Kelimpungan Mencari Pupuk

Foto : Lahan pertanian milik warga di Desa Tanggumong Sampang
2134
ad

MEMOonline.co.id. Sampang - Memasuki musim tanam, petani di sejumlah daerah di kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi.

Menghilangnya pupuk bersubsidi ini membuat para petani kelimpungan.

Bahkan para petani harus beralih menggunakan pupuk non subsidi dengan harga empat kali lipat lebih mahal.

"Petani saat sekarang kelimpungan mencari pupuk," kata Haryono, ketua kelompok tani Desa Kamoning, Rabu (14/12/2022).

Kata dia, di musim bercocok tanam seperti saat sekarang ini, para petani sangat membutuhkan pupuk.

Saya kasihan kepada teman petani, saat membutuhkan pupuk malah pupuknya menghilang.

"Pupuk bersubsidi di kios - kios kosong, yang ada pupuk non subsidi yang harganya empat kali lipat," papar dia.

Haryono mengaku, saat ini tidak lagi bisa menebus pupuk dengan alasan jatahnya sudah habis.

Jatah pupuk untuk di desanya baru terserap 40 ton, dari jatah sementara yang sesuai data yang akan direalisasikan ke desanya 80 ton.

"Karena di kios kosong, saya coba nanya ke distributor. Namun katanya jatah pupuk di desanya tahun ini habis. Di desa kami itu hanya menerima 40 ton, padahal kebutuhan pupuk untuk Desa kami jauh lebih besar antara 120 - 130 ton " papar dia.

Berdasarkan data Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Subsidi Urea 50 kg. Normalnya 112.500. sedangkan Harga Pupuk Jenis Urea Non Subsidi mencapai 550 Ribu/ 50 Kg.

"Ini baru saja saya telpon teman petani di desa banjar billah kecamatan Tambelangan harga pupuk Urea subsidi itu harganya di jual 150 sampai 200 Ribu." Ujar Hariono.

"Di Banyuates juga harganya mencapai Rp 200 ribu per 50 kg," pungkas Haryono.

Terpisah, Suyono, kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak aktif, dan dihubungi melalui WhatsApp nya belum merespon.

Penulis      :    Fathur

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Syafika Auliyak

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata air legendaris Kabupaten Lumajang belakangan disorot pasca muncul wahana air berupa sewa ban pelampung, perahu...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep mulai memperketat regulasi pendirian toko modern guna melindungi keberlangsungan pasar tradisional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Sumenep menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep Masa Khidmat...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Kekosongan sejumlah jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mendapat perhatian serius dari...

Komentar