Foto : Lahan pertanian milik warga di Desa Tanggumong Sampang
Foto : Lahan pertanian milik warga di Desa Tanggumong Sampang
MEMOonline.co.id. Sampang - Memasuki musim tanam, petani di sejumlah daerah di kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur mengeluhkan sulitnya mendapatkan pupuk subsidi.
Menghilangnya pupuk bersubsidi ini membuat para petani kelimpungan.
Bahkan para petani harus beralih menggunakan pupuk non subsidi dengan harga empat kali lipat lebih mahal.
"Petani saat sekarang kelimpungan mencari pupuk," kata Haryono, ketua kelompok tani Desa Kamoning, Rabu (14/12/2022).
Kata dia, di musim bercocok tanam seperti saat sekarang ini, para petani sangat membutuhkan pupuk.
Saya kasihan kepada teman petani, saat membutuhkan pupuk malah pupuknya menghilang.
"Pupuk bersubsidi di kios - kios kosong, yang ada pupuk non subsidi yang harganya empat kali lipat," papar dia.
Haryono mengaku, saat ini tidak lagi bisa menebus pupuk dengan alasan jatahnya sudah habis.
Jatah pupuk untuk di desanya baru terserap 40 ton, dari jatah sementara yang sesuai data yang akan direalisasikan ke desanya 80 ton.
"Karena di kios kosong, saya coba nanya ke distributor. Namun katanya jatah pupuk di desanya tahun ini habis. Di desa kami itu hanya menerima 40 ton, padahal kebutuhan pupuk untuk Desa kami jauh lebih besar antara 120 - 130 ton " papar dia.
Berdasarkan data Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Subsidi Urea 50 kg. Normalnya 112.500. sedangkan Harga Pupuk Jenis Urea Non Subsidi mencapai 550 Ribu/ 50 Kg.
"Ini baru saja saya telpon teman petani di desa banjar billah kecamatan Tambelangan harga pupuk Urea subsidi itu harganya di jual 150 sampai 200 Ribu." Ujar Hariono.
"Di Banyuates juga harganya mencapai Rp 200 ribu per 50 kg," pungkas Haryono.
Terpisah, Suyono, kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak aktif, dan dihubungi melalui WhatsApp nya belum merespon.
Penulis : Fathur
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak