Foto: Kepala sekolah SDN 1 Glagahwero saat cium air yang diduga tercemar limbah
Foto: Kepala sekolah SDN 1 Glagahwero saat cium air yang diduga tercemar limbah
MEMOonline.co.id. Jember - Dugaan kasus air sumur SDN 1 glagahwero, kecamatan kalisat kabupaten Jember, Jawa timur, masih menjadi sorotan publik, termasuk warga setempat.
Sebab, tindakan dari SPBU Kalisat sendiri hingga saat ini tidak ada titik terang ke warga yang air sumur terdampak diduga tercemar BBM.
Tidak hanya itu, Kasus ini juga menyita perhatian salah seorang, Aktivis Pendidikan PGRI Jawa Timur Ilham Wahyudi, ikut menyoroti dugaan pencemaran BMM yang berdampak pada mata air sumur SDN Glagahwero 1 Kalisat.
Ilham Wahyudi, mengatakan,"Kami hanya menyerukan, segera tindak lanjuti dan cari jalan keluarnya. Karena air adalah kebutuhan di sekolah. Pertamina harus tegas turun tangan,"pintanya (2/11/2022) lewat sambungan selulernya.
Ilham khawatir, air di sekolah tersebut secara tidak langsung takut dikonsumsi oleh anak didik.
"Kalau sampai diminum itu bisa bahaya, semoga tidak ada. Kalau terjadi apa-apa siapa yang tanggungjawab. Sementara anak usia sekolah dasar, habis olah raga kadang cari air," tuturnya.
Dirinya berharap, pihak SPBU Kalisat bisa mencarikan solusi terbaik untuk kebaikan semua.
"Jangan sampai, dibiarkan berlarut-larut. Kasihan anak didik kita butuh kenyamanan di sekolah," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan: Air Sumur di SDN 1 Glagahwero Bahu Menyengat, Ini Dampaknya.
Jember- Warga Desa Glagahwero, Kecamatan Kalisat, Kbupten Jember tidak dapat lagi memanfaatkan air sumur yang selama ini mereka miliki. Selasa 30 Oktober 2022.
Pasalnya, air sumur di lingkungan tersebut tercemar dan bau bensin warga bersama pemerintah setempat menguras air sumur.
Air sumur yang dikuras ini bukan tanpa alasan. Sebab, tindakan itu dilakukan tujuannya, mengingat kebutuhan air setiap hari, didapat dari air tanah.
Penulis : Zainullah
Editor : Udiens
Publisher : Syafika Auliyak