Ganggu Pemandangan, Bupati Minta Tutup Pembangunan Tambak di Area Pantai Lombang

Foto: Pembangunan tambak di area pantai lombang
1547
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep – Lantaran dianggap mengganggu pemandangan, pembangunan tambak di area pantai lombang, Kecamatan Batang-batang, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, diminta ditutup oleh Bupati Sumenep A Busyro Karim.

Pasalnya, lokasi yang akan dijadikan tambak tersebut, posisinya berada di sebelah barat jalan, arah selatan atau dari pintu masuk.

Lebih parah lagi, sejumlah pohon cemara di area tambak, dikabarkan sudah tidak ada. Sebab area tersebut tanahnya sudah diratakan sebagai persiapan pembangunan tambak, meskipun ijin dari pemerintah daerah belum diterbitkan.

Oleh sebab itu, Bupati Sumenep A Busyro Karim menyatakan penolakan atas rencana itu, dan meminta pengelola menutupnya.

Dan penolakan itu disampaikan orang nomor satu di Sumenep dihadapan para pengusaha, saat penyampaikan paparan tentang potensi wisata alam yang dimiliki Kabupaten Sumenep, Sabtu (14/4/2018) malam di Pendopo Agung.

"Tidak usah dibangun tambak, pasti dibongkar," tegasnya.

Rencana pembangunan tambak itu diletakan ditanah milik warga sekitar. Luas lahannya yang dipersiapkan sekitar 10 hektar.

Larangan itu lanjut Busyro, lokasinya berada di area terlarang untuk pembangunan tambak, karena berada dikawasan wisata. "Gak ada, pasti (dibongkar)," jelasnya.

Sebab pantai Lombang merupakan salah satu destinasi wisata yang telah lama dikenal hingga manca negara. Dan salah satu keunikan yang dimiliki, sekitar 12 Kilometer dipenuhi cemara udang dan sempat diwacanakan sebagai induk patiwisata di Sumenep pada tahun 1992 lalu. Namun, rencana itu kandas setelah adanya penolakan yang dilakukan sejumlah Ulama' pada 1996 lalu.

Menangkapi hal itu, H Masdawi salah satu tokoh masyarakat Kecamatan Batang-batang mengaku siap menerima konsekwensi kebijakan tersebut.

Rencana itu kata Masdawi dilakukan sebagai bentuk protes warga mengingat pengelolaan patiwisata saat ini tidak jelas.

"Jika konsep pariwisata kedepan sudah jelas, kami siap untuk meratakan kembali. Itu persoalan sepeleh. Kalau pengelolaannya tidak jelas pasti kami lanjutkan," tegas pria yang saat ini menjadi Anggota DPRD Sumenep itu. (Ita/diens)

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Gelaran Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (POPKAB) Lumajang yang berlangsung pada 22–23 Juni 2026 di bawah naungan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Ketika dunia seringkali terasa dingin, ada sinar kebaikan yang tetap bersinar. Demikian yang terjadi di rumah duka Agus...

MEMOonline.co.id. Sampang- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) bersama DPRD Kabupaten Sampang terus memperkuat komitmen tata kelola keuangan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengungkap kasus perampokan yang...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Sebuah pengumuman beredar di kalangan pelaku usaha tambang di wilayah Gladak Perak, pasca meninggalnya seorang pekerja...

Komentar