Fabio Araujo Lefundes Kecewa Atas Keputusan Kontroversial Wasit Saat Pimpin Laga Madura United Vs Persija Jakarta 

Foto: Fabio, Claudio dan Kadek saat PMPC
1891
ad

MEMOonline.co.id, Bekasi - Madura United berhasil mencuri satu poin dari tuan rumah Persija Jakarta setelah bermain imbang tanpa gol di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Sabtu (17/9/2022) malam.

Atas hasil tersebut Madura United masih kokoh dipuncak klasemen BRI Liga 1 2022-2023 dengan torehan 23 poin. Sementara Persija di posisi empat dengan 21 poin.

Dalam sesi Post Match Press Conference-nya pelatih Madura United Fabio Araujo Lefundes mengatakan bahwa sedari awal dirinya sudah menyadari akan terjadi banyak hal yang akan membuat timnya mengalami kesulitan.

"Kita sudah tahu akan susah bertanding di sini karena akan ada banyak hal yang akan terjadi didalam pertandingan. Sebab kita tahu Persija akan datang dengan motivasi tinggi untuk memenangkan pertandingan," ungkap Fabio Araujo Lefundes, Sabtu (17/9/2022) malam

"Apalagi Persija didukung para suporternya yang sangat luar biasa. Mereka mendukung Persija sampai akhir," tukas Fabio.

Diperparah lagi, sebut Fabio, dengan kondisi lapangan pertandingan yang tidak mendukung untuk bisa bermain bagus bagi kedua tim.

Meski demikian Fabio mengapresiasi kerja keras para pemainnya.

"Tapi taktik kita bermain luar biasa hari ini. Bikin Persija susah untuk masuk ke lini pertahanan kita," terang Fabio.

Namun ada keputusan wasit yang dianggap kontroversial dalam pertandingan tersebut saat menit-menit laga akan berakhir.

Madura United berhasil membobol gawang Persija. Namun, wasit sudah terlebih dahulu meniup peluit panjang tanda berakhirnya laga.

Fabio pun heran dan tak habis pikir atas keputusan wasit yang tidak mengesahkan gol Madura United tersebut yang menurutnya gol itu sah.

"Di menit akhir kita cetak gol. Tapi tidak bisa dipercaya apa yang terjadi di dalam lapangan tentang itu. Saya mau tanya sama kalian (wartawan). Kalau Andritany passing, apakah pertandingan akan habis?" ungkap kesal Fabio.

"Kita dapat bola dan kita kuasai tapi langsung habis pertandingan. Tapi, mau bagaimana lagi masih terjadi hal-hal seperti ini," tutur Fabio kecewa. 

Kekecewaan tim Laskar Sape Kerrab berawal dari aksi kiper Persija Andritany yang maju ke tengah lapangan saat berupaya melakukan serangan terakhir. 

Namun, sapuan Andritany bisa diambil Reva Adi Utama yang kemudian melepaskan tendangan jarak jauh.

Tendangan Reva mengenai tiang dan bola memantul ke dapan gawang. Bola disambar Lulinha ke dalam gawang.

Tapi wasit buru-buru mengakhiri laga sebelum Lulinha menyambar bola rebound di depan gawang kosong. 

Hal itu pun mendapat protes keras dari pemain, staf pelatih, hingga ofisial Madura United di dalam lapangan.

Penulis : Bambang

Editor : Udiens

Publisher : Syafika Auliyak. 

 

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa penguatan integritas aparatur sipil negara menjadi fondasi utama reformasi...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Wisata air legendaris Kabupaten Lumajang belakangan disorot pasca muncul wahana air berupa sewa ban pelampung, perahu...

MEMOonline.co.id. Pamekasan- Kebakaran hebat melanda Gudang Kayu “Berkah Al Banjari” dan sebuah toko bangunan di Dusun Bakong, Desa Batukerbuy,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Kabupaten Sumenep mulai memperketat regulasi pendirian toko modern guna melindungi keberlangsungan pasar tradisional...

MEMOonline.co.id. Sumenep- DPRD Sumenep menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sumenep Masa Khidmat...

Komentar