Revolusi Kreasi Sampah Jadi Berkah

Foto: Kreasi Bob "Lampion" Novandy
667
ad

MEMOonline.co.id. Depok  - Berdasarkan hasil penelitian Dr. Jenna Jambeck dari Universitas Georgia Amerika Serikat, Indonesia merupakan negara kedua terbesar penyumbang sampah plastik di lautan. Sedangkan negara pertama, adalah Tiongkok.

Dr. Jenna Jambeck mencatat, ada 192 negara di dunia yang menjadi penyumbang sampah plastik ke lautan.

Hasil penelitian tersebut, ia publikasikan di Jurnal Science www.sciencemag.org, pada 12 Februari 2015.

Pada Selasa (7/3/2017), Presiden Joko Widodo pernah menyoroti masalah sampah plastik tersebut dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA), di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat.

Dalam pidatonya, Jokowi menyebut sampah plastik yang masuk ke laut jumlahnya bertambah dahsyat setiap tahun.

Data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (Inaplas) dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun.

Dari 64 juta ton itu, menurut data Sustainable Waste Indonesia (SWI), sampah plastik yang terdaur ulang sangat minim yakni kurang dari 10 persen.

Selebihnya ya tetap menjadi sampah yang membahayakan lingkungan hidup, antara lain, merusak kondisi perairan laut kita.

Nah, salah seorang Indonesia yang perduli dan berkontribusi tentang sampah plastik yang bisa dimanfaatkan (kurang lebih 10%) tersebut adalah Bob Lampion.

Dengan berbagai kreativitas, Bob mendaur ulang sampah plastik tersebut menjadi mainan anak-anak serta hiasan. Kreasinya yang paling terkenal adalah lampion dari sampah plastik.

Sebab itu, lampion melekat ke namanya sehingga disebutlah Bob Lampion.

Bob sendiri, bernama asli Bob Novandy. Berbagai profesi pernah ia tekuni, antara lain, pernah menjadi jurnalis dan staf anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Senayan Jakarta Pusat.

Namun akhirnya berlabuh sebagai pengkreasi sampah plastik sejak 17 Agustus 2003. Bahkan keahliannya ditularkan kepada siapapun yang berminat.

Bob Novandy telah diundang oleh berbagai pihak untuk memberikan pelatihan mengolah sampah plastik. Praktis, ia sudah berkeliling Indonesia untuk itu.

Beberapa kali Bob Novandy meraih penghargaan sejak Gubernur Fauzi. Gubernur Jokowi sehabis putusan MK atas Pilpres 14 September 2014, berpesan di dalam buku tamu Bob “Lampion” Novandy saat ia membuka eksebisi pembuatan lampion untuk kemenangan Jokowi di Dapur Sunda, Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Sebagai kreator sampah plastik, Bob Novandy bisa dikatakan sebagai aset bangsa dan bagian penting dari gerakan pemerintah dalam mengurangi sampah plastik dalam konteks lingkungan hidup.

Bob aktif sebagai aktivis peduli lingkungan DKI Jakarta sejak 2011 dan kreator daur ulang sampah botol plastik sejak 2003.

Dalam hal industri kreatif, Bob tentu merupakan sosok penting untuk menularkan keahliannya ke banyak pihak.

Secara kualitas, karya dan kreasi Bob Novandy sudah tersebar luas. Bahkan, sudah dikoleksi oleh banyak pihak di luar negeri. Dengan kata lain, Bob Novandy patut didukung agar terus berkreasi dengan sampah plastik.

Bagi pemerintah baik pusat maupun daerah, inilah saatnya momentum yang tepat untuk mendayagunakan keahlian dan kemampuan Bob Novandy agar industri kreatif berbasis sampah plastik tumbuh dan berkembang serta menyebar secara luas.

Kenapa? Karena dampaknya sangat positif bagi lingkungan hidup dan industri kreatif atau bahkan mungkin menjadi salah satu solusi isu dunia tentang perubahan iklim.

"Saat ini saya sedang merancang pembuatan lampion 'Miniatur Candi Prambanan' kreasi dari sampah 6666 botol plastik setinggi 8 meter yang saling kait mengait tanpa lem," ungkap Bob saat bincang santai bersama memonline.co.id di studionya, Depok, Minggu (24/4/2022) malam.

Bob Lampion pun menjelaskan filosofi tentang pembuatan kreasi lampion Miniatur Candi Prambanan yang akan dibuatnya tersebut bermakna semangat gotong-royong 3 U (Tri U Sakti) yakni Umara, Ulama dan Ummat sebagai sumber kekuatan pembangunan bangsa.

"Insyaallah nantinya akan ditampilkan di Jawa Tengah untuk sebuah rekor Muri pada 14 September 2022 dan akan diserahkan kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebab Candi Prambanan ada di wilayah Jawa Tengah," terangnya.

Kenapa harus 14 September 2022?, Bob menjelaskan bahwa di tanggal tersebut adalah tepat 10 tahun amanat khusus Presiden Jokowi kepada dirinya saat kampanye sebagai Cagub DKI Jakarta.

Disamping itu, juga sebagai momentum untuk menobatkan Presiden Jokowi sebagai Bapak Peduli Sampah Plastik Indonesia.

"Nantinya, dibawah/dasar lampion Miniatur Candi Prambanan akan dibuat batu bertuliskan amanat Presiden Jokowi: Bersihkan Sampah Plastik. Buatkan Industri Kreatif. Masyarakat Kerja," tutur Bob.

"Makna dari amanat Jokowi yang tertulis di batu tersebut nantinya sebagai pemicu dan pemacu bangsa Indonesia agar sadar lingkungan, bangkitnya industri kreatif dan ciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat," pungkasnya.

Penulis      :   Bambang

Editor        :   Udiens

Publisher  :  Isma

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

Memoonline.co.id.  Sampang - Untuk menekan peredaran rokok ilegal, Tim Satgas Penanganan Rokok Ilegal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Suporter Madura United bersama dengan berbagai elemen masyarakat di Pamekasan juga turut menyampaikan rasa...

MEMOonline.co.id. Sumenep - Komisi IV DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur, dipenuhi isak tangis dan linangan air...

MEMOonline.co.id. Sumenep - Sebanyak 1.238 tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa...

MEMOonline.co.id, Pamekasan - Tragedi Kanjuruhan Malang begitu menghentak. Publik pun tercekat dan...

Komentar