Foto: Korban begal payudara saat ditolong dan ditenangkan di rumah warga
Foto: Korban begal payudara saat ditolong dan ditenangkan di rumah warga
MEMOonline.co.id, Sumenep - Kasus pembegalan payudara terhadap para wanita yang sedang mengendarai sepeda motor, kembali terjadi di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kali ini, kasus yang sebelumnya pernah mersahkan masyarakat tersebut, menimpa seorang ibu rumah tangga yang sedang menggendong bayinya, dan melintas di jalan raya Gurbas, Desa Jabaan, Kecamatan Manding, menggunakan sepeda motor.
Akibatnya, ibu dan bayi (korban begal payudara red) terjatuh dari sepeda motornya dan sempat tidak sadarkan diri.
Beruntung saat peristiwa itu terjadi, ada warga yang melintas dan berusaha menolong korban yang sedang tidak sadarkan diri.
Korban beserta bayinya langsung dievakuasi ke rumah warga terdekat, untuk memulihkan ingatannya.
Menurut WN, warga Desa Mantajun, Kecamatan Dasuk, yang merupakan tetangga korban begal payudara, mengatakan sudah dua kali terjadi peristiwa pembegalan payudara di jalan raya qurbas, dalam kurun waktu sepekan.
Akibat peristiwa tersebut lanjut WN, korban mengalami trauma hingga menangis histeris karena telah menjadi korban pelecehan di jalan raya.
"Sudah ada dua korban begal payudara, kemarin katanya seorang guru SD dan tadi malam tetangga saya," katanya saat dikonfirmasi media, Jumat (15/10/2021).
Dia juga menuturkan, korban sempat mencirikan kendaraan yang digunakan pelaku. Diduga kuat dengan modus dan pelaku yang sama.
"Pelaku menggunakan sepeda motor vario warna hitam dan juga ciri-ciri orangnya sama dengan pelaku yang selama ini beraksi sebagai begal payudara," ucapnya.
Bahkan dia mengungkapkan, aksi nekat pelaku diketahui warga dilancarkan saat kondisi lalu lintas sepi dan pada jam-jam rawan, seperti siang dan malam hari.
"Saat kami selidiki, dari kebanyakan pengendara yang menjadi korban begal payudara ini kejadiannya pada saat jalanan sepi. Terbukti tadi malam tetangga saya kejadiannya setelah isyak," ujarnya.
Meski tidak ada laporan resmi dari korban, warga akan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak kepolisian. Namun, dia berharap, pelaku dapat segera ditangkap dan diberi hukuman yang berat, agar memberikan efek jera.
"Semoga kepolisian segera ambil tindakan agar warga merasa aman. Minimalnya Polsek memperketat patroli pada jam-jam rawan tersebut," pungkasnya.
Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polsek Manding. Sebab, korban tidak membuat laporan kepolisian.
Untuk diketahui, jalan raya Gurbas, Desa Jabaan, Kecamatan Manding merupakan perbatasan dua kecamatan, yakni Kecamatan Manding dan Kecamatan Dasuk.
Jalan ini, merupakan akses sejumlah warga desa Kecamatan Dasuk, Sumenep untuk melakukan aktifitas perekonomian.
Penulis: Alvian
Editor: Udiens
Publisher: Isma