Lawan Tim PON Jatim, Coach RD: Cukup Puas Namun Tidak 'Happy'

Foto: Laga Madura United vs Tim PON Jatim
448
ad

MEMOonline.co.id, Surabaya - Madura United semakin gencar melakoni laga uji coba jelang semakin dekatnya waktu kick off kompetisi Liga 1 2021-2022.

Sebelumnya Madura United telah menjamu Putra Jombang, (dengan kemenangan 2-0) di Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan pada Kamis (24/6) kemarin.

Dan hari ini, tim kebanggaan masyarakat Madura yang berjuluk Laskar Sape Kerrab itu kembali melakukan laga uji coba (friendly match) tandang melawan Tim PON Jatim di Stadion Brawijaya Surabaya.

Dalam laga uji coba kali ini, Skuat Madura United hanya berhasil menyarangkan satu gol yang berhasil digelontorkan oleh pemain asingnya, Rafael Silva.

Pelatih Madura United, Rahmad Darmawan pun cukup puas namun juga merasa belum 'happy'.

"Secara keseluruhan banyak yang saya inginkan hari ini, ada," ujar Rahmad Darmawan usai laga, Sabtu (26/6/2021) siang.

Tapi menurut RD, juga ada banyak hal - hal yang tidak selayaknya terjadi, tapi hari ini terjadi.

"Jadi ada nilai positif, juga ada beberapa hal yang butuh sekali perbaikan," ucapnya.

Dan tugas sekarang, kata Manajer yang kerap disapa Coach RD ini, adalah mengikis jarak kualitas antara pemain yang sering kali lebih dimainkan dengan pemain yang butuh lagi menit bermain.

"Makanya saya maksimalkan pergantian pemain dan hari ini betul - betul satu tim. Karena tujuan saya sharing dan memberi pengalaman," sebutnya.

"Tapi hari ini justru saya gak gitu happy ya dengan performa beberapa pemain yang dulu saya pengin ada perkembangan dari setiap pertandingan-pertandingan," ungkap mantan arsitek Sriwijaya FC itu.

Secara keseluruhan, lanjut RD, tim sudah oke dan sudah semakin terlihat bagaimana dan siapa pemain-pemain yang akan disiapkan.

"Mungkin dengan skema yang sama, mungkin skema yang seperti sekarang yang dimodifikasi ataupun yang berbeda," terangnya.

Terkait masih sering melakukan pelanggaran yang tidak seharusnya pemain lakukan seperti dikartu merahnya Alvy, RD pun menyampaikan bahwa dirinya tidak tidak akan pernah bosan mengingatkan dan mengoreksi hal tersebut.

"Saya rasa itu salah satu hal yang menurut saya kita harus belajar ya. Belajar untuk mengambil satu keputusan. Karena paling penting di dalam permainan sepakbola itu ketepatan mengambil keputusan," tegas RD.

"Kaya contoh tadi gak penting pelanggarannya. Terus kemudian penalti tadi juga hal gak penting terjadi. Harusnya bisa dihindari," sesalnya.

Bahkan tambah RD, dalam setiap meeting, bahasa dan kalimat "jangan lakukan hal-hal gak penting yang merugikan tim" yang sering diigingatkannya sama pemain.

"Jangan membuat pelanggaran di sepertiga tengah apalagi di penalti box," tukas.

Dipilihnya latihan bersama melawan Tim PON Jatim, sebab RD menilai bahwa tim besutan Rudi Kelces itu dinilainya mampu bermain cepat dan agresif.

"Yang pasti saya senang ya ketemu tim-tim yang punya kecepatan, tim yang punya agresivitas bermain sehingga gak memudahkan kita," terangnya.

Dengan demikian, urai RD, pihaknya belajar meng-organise tim, lalu bagaimana keluar dari kesulitan-kesulitan yang kesemuanya butuh keputusan-keputusan yang baik dari pemain.

"Dan hari ini jujur babak pertama dan kedua itu saya dapat. Tapi babak III tadi ada banyak momen yang kita kurang bisa memaksimalkan terutama di dalam wing up ya," pungkasnya.

Penulis: Bambang

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id, Sumenep - Melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu...

MEMOonline.co.id, Lumajang - Sebanyak 1753 buruh tani tembakau dan buruh pabrik rokok di Kabupaten...

MEMOonline.co.id, Jakarta - Laga Madura United FC versus PSIS Semarang yang akan digelar di Stadion Wibawa Mukti Bekasi...

MEMOonline.co.id, Probolinggo - Puluhan pemilik kapal yang tergabung dalam HNPP (Himpunan Nelayan dan Pengusaha Perikanan ) Samodra...

MEMOonline.co.id, Probolinggo - Tawuran sekelompok pemuda tersebut terjadi di Bundaran Gladak Serang Kecamatan Kanigaran Kota...

Komentar