Kadin Sumenep Angkat Bicara Soal Harga Daging Ayam Mahal di Awal Ramadan

Foto: Hairul Anwar, Ketua Kadin Sumenep
627
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Keluhan para ibu rumah tangga terkait mahalnya harga daging ayam di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, dalam sepekan terakhir, mendapat tanggapan serius Kadin setempat.

Sebab harga daging ayam yang biasanya hanya berkisar Rp 36 ribu hingga Rp 40 ribu perkilo, saat ini naik Rp 46 ribu per kilogram.

Menanggapi hal itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Sumenep, Hairul Anwar mengatakan, penyebab naiknya harga daging ayam lantaran permintaan yang tinggi sementara pasokan terbatas.

"Berdasar survei kita, naiknya harga daging ayam ini memang yang tertinggi, lebih dari 10 persen bahkan hampir 20 persen. Dan ini karena tak seimbangnya permintaan dan pasokan," ujarnya, Kamis (15/4/2021).

Hairul menyebut, ada rentetan faktor hingga akhirnya harga daging ayam naik drastis, mulai dari harga pakan yang sempat naik hingga menyebabkan banyak peternak berhenti melanjutkan beternak karena merugi.

"Nah, saat peternak berhenti beternak, pemintaan mendadak meningkat, akhirnya ya stok tidak mendudukung dan sebagaimana hukum pasar, ketika stok terbatas harga pasti melonjak," paparnya.

Sebagai solusi, menurut Hairul, pemerintah bisa berupaya menekan harga daging ayam ini dengan menggelar operasi pasar. Tetapi hal itu tentu bergantung kepada kemampuan finansial.

"Solusi jangka pendeknya ya operasi pasar, tapi untuk jangka panjang pemerintah harus mempersiapkan jauh-jauh hari, seperti harga pakannya, bibit ayamnya hingga harga ecerannya. Ini supaya peternak tidak rugi dan tetap semangat produksi," ungkapnya.

Pengusaha muda sukses ini menambahkan, masalah naik turun harga komoditas sebetulnya wajar-wajar jika tidak melebihi dari 10 pesen harga normal. Pasalnya, hukum pasar memang fluktuatif.

"Yang paling penting justru pemerintah harus mengupayakan swasembada, solusi jangka panjang. Sedangkan masyarakat juga harus tetap kuat, tetap berusaha memenuhi kebutuhan di tengah ekonomi sulit karena pandemi ini," pungkasnya.

Penulis: Satrio

Editor: Udiens

Publisher: Dafa

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Jember- Bupati Jember Muhammad Fawait bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember turun langsung ke Desa Selodakon,...

MEMOonline.co.id. Sumenep- Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep mengajak seluruh perusahaan rokok (PR) lokal memaksimalkan penyerapan...

MEMOonline.co.id. Jember- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA...

MEMOonline.co.id. Lumajang- ‎Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan media digital, perundungan, hingga...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Persetujuan Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026 menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk...

Komentar