MEMOonline.co.id, Sumenep - Gegara persolan adminitrasi yang hingga kini belum kelar, pengoperasian listrik di Pulau Giliraja, Kecamatan Giligenting, Sumenep, Madura, Jawa Timur belum dilakukan.
Saat ini Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero masih menunggu penyelesaian adminitrasi dari Pemerintah Kabupaten Sumenep.
"PLN sudah melakukan rapat dengan pihak Pemkab (Sumenep) terkait dengan rencana pengelolaannya, hanya sampai saat ini kami masih menunggu penyelesaian administrasi hibah,” kata Slamet, Manager Bagian Kontruksi PLN Pamekasan, Senin (22/03/2021).
Padahal pembangunan listrik di Pulau Giliraja yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut, pembangunan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) telah selesai dilakukan.
Sementara pengelolaannya tidak dilakukan oleh pihak swasta, melainkan akan dikelola oleh PT PLN Persero.
Bahkan, pihak PLN telah melakukan kajian mengenai dan pengecekan sarana dan infrastruktur PLTD Giliraja beberapa waktu lalu.
"Prinsipnya PLN siap mengelola, namun masih menunggu kelengkapan proses hibah, sebab PLTD merupakan aset milik Pemkab yang dibiaya dari APBD,” jelas dia.
Slamet mengatakan sesuai hasil rapat bersama Pemerintah Kabupaten Sumenep direncanakan sebelum bulan Puasa 2021 PLTD sudah mulai beroperasi. Sehingga warga yang berada di empat Desa yang tinggal di Pulau Gili Raja pada Idul Fitri 2021 dipastikan secepatnya dapat menikmati listrik.
Diketahui, selama ini penerangan di pulau yang berada di sebelah selatan Kota Sumenep tersebut masih mengandalnya tenaga diesel yang dikelola oleh warga atau swasta. Itupun, hanya menyala pada malam hari. Sebagian yang lain menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTD).
Selain untuk penerangan, program kelistrikan di Pulau Gili Raje melalui PLTD diharapkan dapat mendorong tumbuhnya perekonomian masyarakat terutama disektor home industri. (Sartio/red)