Foto: Bupati Pamekasan Bersama Panitia Penyelenggara Festival Pameran Batik
Foto: Bupati Pamekasan Bersama Panitia Penyelenggara Festival Pameran Batik
MEMOonline.co.id, Pamekasan - Kelompok Usaha Bersama (KUB) Pamekasan Hebat Toket (Pahe Toket) bersama Panitia penyelenggara festival pameran batik Desa Toket, Kecamatan Proppo, menyampaikan rencana pelaksanaan festival kepada bupati. Sabtu (06/03/2021).
Hal itu disampaikan langsung konseptor acara, Yudar Fathor Rosi kepada awak media usai pertemuannya dengan Bupati Pamekasan, Madura, Jawa Timur Baddrut Tamam di Mandhapa Aghung Ronggosukowati.
"Kedatangan kami menyampaikan kabar baik, yaitu melaunching batik toket Go Internasional yang nantinya diharapkan bisa bersaing dengan brand internasional menuju desa fashion batik, dan Pamekasan akan menjadi tuan rumah dalam ajang batik Toket Go Internasional ini", katanya.
Fathor Rosy bersyukur mendapat dukungan oleh bupati Pamekasan atas acara yang akan menghadirkan beberapa orang dari luar negeri tersebut. Hal itu akan menjadi spirit tersendiri dalam mengembangkan batik toket untuk Go Internasional.
"Ini untuk Pamekasan dan kami munculkan dari desa yang sengaja kami kemas dalam bentuk yang lebih elegan. Ini memungkinkan untuk berkesinambungan dan menjadi mentor ide-ide membuat fashion batik di kenal ke internasional," tuturnya Selasa (2/3/2021).
Sementara itu, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam menyambut baik acara yang akan mengharumkan nama baik Pamekasan di kancah internasional tersebut. Apalagi, pelaksanaan acara itu akan menumbuhkan ekonomi masyarakat, terutama pengrajin batik.
Bupati berpesan agar panitia benar-benar mempersiapkan acara itu secara matang supaya tidak mengecewakan pengunjung. Sebab, wisata itu harus memberikan kesan positif kepada pengunjung, sehingga ingin kembali lagi ke Pamekasan.
"Orang berkunjung ke suatu tempat itu akan mendapat oleh - oleh, yaitu oleh - oleh kesan positif, kalau kesannya sudah positif mereka akan menyampaikan kepada orang lain. Demikian juga kalau oleh-olehnya kesan negatif, mereka akan bercerita juga. Sehingga membuat orang tidak ingin datang," ungkapnya.
"Harapan kami, publikasi atas acara tersebut serius, sehingga pesan yang diinginkan bisa dikonsumsi oleh orang banyak dan tersampaikan dengan baik sesuai harapan bersama", tutupnya.
(ADV/M.Halili)