Baru Seumur Jagung Dibangun Sudah Rusak, Proyek PATM Rp 4,8 M di Desa Lebeng Barat Kec. Pasongsongan - Sumenep Disorot Komisi III DPR

Foto: M. Ramzi, Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep
993
ad

MEMOonline.co.id, Sumenep - Proyek Pompa Air Tanpa Motor (PATM) di Sumber Lembung Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, yang baru diresmikan Bulan Nopember 2020 lalu, mendapat sorotan tajam dari Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep.

Pasalnya, proyek yang menelan anggaran miliaran rupiah tersebut kini sudah rusak. Padahal proyek tersebut baru semur jagung diresmikan oleh pemerintah setempat.

"Kami dapat laporan dari warga jika proyek itu sudah rusak," kata M. Ramzi, Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, Jum’at (15/01/2020).

Apalagi proyek tersebut dibangun Pemerintah Kabupaten Sumenep pada tahun 2020 melalui Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air membangun PATM di Sumber Lembung Desa Lebeng Barat, Kecamatan Pasongsongan, dengan maksud mensejahterakan masyarakat setempat.

Sesuai data LPSE Kabupaten Sumenep proyek tersebut dibangun menggunakan APBD tingkat II dengan nilai pagu Rp. 4.960.000.000. oleh CV. Sady Family sebagai pemenang tender dengan nilai kontrak sebesar Rp. 4.860.970.000.

Anggaran tersebut salah satunya dipergunakan pembangunan dua bendungan, yakni bendungan satu mempunyai 10 pompa dan bendungan dua sebanyak 7 pompa, dua blustru, dan satu tandon dengan kapasitas 72 ribu liter per detik.

Dengan pembangunan itu, pemerintah daerah meyakini bisa mensuplai kebutuhan air untuk lahan pertanian seluas 106 hektar yang tersebar dibeberapa desa, yakni Desa Lebeng Barat, Lebeng Timur, Prancak, dan Desa Montorna Kecamatan Pasongsongan.

Namun, upaya tersebut tampaknya belum bisa terealisasi karena sebagian alat rusak sebelum difungsikan. Padahal, proyek miliaran itu baru diresmikan oleh Bupati Sumenep A. Busyro Karim pada awal November 2020 lalu.

"Harus diperbaiki, ngapain pemerintah membangun proyek itu hingga miliaran rupiah, jika tidak bisa memberikan manfaat pada masyarakat," jelas Ramzi.

Hanya saja Politisi Hanura itu tidak menyebutkan kerusakan yang dimaksud. Karena saat hendak mengecek ke lokasi pembangunan terkendala hujan. Sehingga rombongan Komisi III kembali sebelum sampai ke lokasi.

"Rencana kemarin mau ke lokasi, tapi karena hujan tidak sampai dan kembali. Karena dari jalan raya ke lokasi sangat jauh dan harus jalan kaki sekitar 500 meter," ungkap Ramzi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air, Sunenep Chainur Rasyid membenarkan jika sebagian fasilitas rusak. Namun kerusakan itu bukan terjadi pada bangunan atau tandon, melainkan hanya pipa.

"Karena ada bencana, hujan deras beberapa pipa kenak robohnya pohon kelapa dan bebatuan. Karena saat itu terjadi banjir bandang," katanya saat dikonfirmasi.

Apalagi kata dia, dipinggir sungai saat ini tidak ada penahan tanah sehingga mudah roboh saat kondisi air sungai sudah besar. Apalagi, sungai tersebut merupakan muara dari tiga sungai dan posisi pompa berada di posisi tengah aliran sungai. "Struktur tanah disana juga mudah ambruk," ungkapnya.

Namun, kata dia saat ini kerusakan mulai diperbaiki oleh rekanan. Sehingga pada musim kemarau tiba segera bisa difungsikan kembali. "Saat ini dalam proses perbaikan," jelas mantan Kabag Umum itu.(Lina/red)

ad
THIS IS AN OPTIONAL

Technology

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa pendidikan keagamaan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan...

MEMOonline.co.id. Lumajang- Pemerintah Kabupaten Lumajang menilai publikasi pemerintah kini tidak lagi sekadar pelengkap aktivitas birokrasi, tetapi...

MEMOonline.co.id. Jember- Kecelakaan terjadi di Jalan Ahmad Yani NO 130 tepatnya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari kebupaten Jember melibatkan...

‎MEMOonline.co.id. Lumajang- Proyek pengurangan resiko bencana Gunung Berapi di sungai aliran lahar Semeru Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro...

MEMOonline.co.id. Lumajang-‎ Ketua DPC GRIB JAYA Kabupaten Lumajang, Nor Holik, menghadiri langsung acara peresmian organisasi MADAS (Madura Asli...

Komentar