Foto: Illustrasi gambar
Foto: Illustrasi gambar
MEMOonline.co.id, Jakarta - Isu siapa yang akan menjabat Kapolri menggantikan Jenderal Idham Aziz, sampai saat ini masih hangat diperbincangkan oleh beberapa kalangan.
Beragam isu dihembuskan oleh para simpatisan dan pendukung para calon Kapolri tersebut.
Salah satu isu yang dihembuskan yakni isu agama dan dugaan suap.
"Jokowi masih bingung antara Gatot dan Sigit," ucap Neta S Pane.
"Sigit sangat berpotensi, apalagi sangat dekat dengan Jokowi, tapi ada kendala yang menghadangnya,” tambah Ketua Presidium IPW itu tanpa menyebut kendala yang dimaksudkan.
"Saya ngga tahu persis, yang tau hanya Jokowi, Mas," tukas Neta S Pane, ketika dihubungi MEMOonline.co.id melalui pesan singkat, Senin (11/1/2021) siang.
Menguatnya nama Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai pengganti Jenderal Idham Aziz menjadi Kapolri pun tak lepas dari berbagai isu.
Selain isu agama, nyanyian mantan kepala divisi hubungan internasional (Kadiv Hubinter) Polri. Irjen Napoleon Bonaparte tentang keterkaitan mantan ajudan Presiden Jokowi itu dalam perkara sengkarut penghapusan red notice juga akan menjadi kendala.
Menurut sumber yang tak ingin disebutkan namanya berpendapat bahwa masalah isu agama akan menghambat Komjen. Pol. Listyo Sigit Prabowo jadi Kapolri.
“Masalah agama yang akan menghadangnya (maju sebagai kandidat Kapolri),” ujarnya.
Sumber ini berpendapat, hambatan isu agama bukan berasal dari internal institusi polisi. Tapi isu identitas agama lulusan Akpol 1991 ini dapat berdampak buruk pada sistem keamanan ketika polisi menghadapi aksi massa yang mengatasnamakan Islam.